Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan siswa sekolah dasar negeri (SDN) 7 Tegalharjo, Glenmore terpaksa melaksanakan proses belajar mengajar di Musala setempat. Kondisi itu harus dilakukan lantaran mereka tidak bisa datang ke sekolah.
Penyebabnya, jembatan carangan sebagai akses utama menuju ke sekolah mereka ambrol tergerus banjir, Jumat (19/11/2021). Selain siswa, guru juga kesulitan untuk memberikan proses belajar.
“Kalau siswa saya itu karena SD kecil totalnya 48 siswa. Kalau yang di masjid itu sekitar 30, yang di sekolah itu 18 an,” kata Yami, Kepala Sekolah SDN 7 Tegalharjo, Glenmore.
Jadi, kata Yami, yang terisolir itu ada belasan siswa. Sebenarnya ada opsi untuk belajar di sekolah terdekat. Tapi aksesnya cukup jauh.
“Sebenarnya kita juga ditanya oleh Pak Camat untuk mencari sekolah terdekat, tapi jauh. Ada di Karang 1 itu tapi harus melewati jalan kalau itu anak-anak nanti bingung apalagi dekat dengan perkebunan,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Sehingga, kata Yami, diputuskan siswa yang terisolir akan mendapat satu guru di sekolah. Sementara, lainnya akan belajar secara daring.
“Masih tetap menggunakan masjid untuk sekolah. Kami juga telah menemui sesepuh masjid dan Tamir masjid di sana dan diizinkan. Karena dulu waktu daring juga ditempatkan di sana,” pungkasnya. [rin/but]






