Surabaya (beritajatim.com) Beberapa waktu lalu melalui Line Today sempat ramai soal konsep yang mengusung tren kerja 4 hari seminggu di masa mendatang. Namun, konsep itu masih banyak menuai pro dan kontra. Untuk mengetahui ulasan lebih lanjut mengenai 4 hari kerja dalam seminggu itu, berikut ini uraiannya.
Sebuah perusahaan New Zealand bernama Perpetual Guardian pernah mencoba memberlakukan sistem ini, dan tingkat stress para karyawannya berkurang hingga 45%. Namun, sistem kerja 4 hari seminggu ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari kerja 4 hari seminggu.
Pertama, produktivitas meningkat. Berkurangnya tingkat stress bisa meningkatkan produktivitas karyawan selama bekerja 4 hari itu. Sebab karyawan akan merasa punya banyak waktu untuk istirahat alih-alih bekerja secara terus menerus tanpa ada istirahat.
Kedua, Komitmen lebih tinggi. Karyawan akan lebih refreshed tiap kembali ke kantor dengan semangat dan dedikasi yang lebih besar. Karena hal itu tingkat komitmen untuk bekerja secara maksimal dari para karyawan pun meningkat.
Ketiga, naik untuk lingkungan. Ada dampak baik juga bagi lingkungan karena kantor-kantor besar hanya akan beroperasi besar-besaran selama 4 hari setiap minggu. Lingkungan yang biasanya beroperasi akibat asap dari pabrik akan semakin sedikit karena hanya digunakan selama empat hari saja.
Selain punya kelebihan. Tentu ada kekurangan juga bagi yang bekerja 4 hari dalam seminggu. Berikut ini beberapa kekurangan dari kerja 4 hari selama seminggu.
Pertama, kepuasan customer berkurang. Jika tidak pernah menerapkan sistem kerja shift dan kantor tutup total tiap hari Jumat-Minggu, bisa-bisa customer akan berkurang banyak. Hal ini karena perusahaan hanya mengharuskan karyawan bekerja selama empat hari saja, sementara sisanya bisa jadi kosong karyawan, produksi pun akan terhambat.
Kedua, salah cara approach. Mungkin akan ada perusahaan yang malah memadatkan jam kerja selama 4 hari buat menutup 1 hari yang libur, dan bisa jadi akan membuat karyawan tambah stress. Hal ini karena jam kerja yang harus 5 atau 6 hari dipadatkan jadi empat hari.
Itulah pro dan kontra dari sistem empat hari kerja dalam seminggu. Terlepas dari semua kontroversinya, kerja 4 hari seminggu mungkin bisa diaplikasikan pada masa mendatang. [dan/esd]






