Gresik (beritajatim.com) – Puluhan pesilat dari berbagai perguruan unjuk kebolehan diajang turnamen pencak silat Kapolres Cup 2021. Turnamen yang digelar di Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) itu diikuti 49 peserta.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Kasdim 0817/Gresik Mayor Sugeng Riyadi, Kadispora Gresik Agustin Halomon Sinaga, Ketua Koni Gresik Anies Ambiyo Putri dan para tamu undangan lainnya.
AKBP M.Nur Aziz menuturkan, kompetisi tersebut sebagai upaya meneruskan tradisi leluhur. Sekaligus menciptakan bibit baru seni bela diri asli Indonesia di kancah internasional.
“Pencak silat merupakan sudah dikenal dunia. Beberapa tokoh dunia antara lain Iko uwais, Yayan Ruhiyan dan Cecep yang sudah bermain di berbagai film aksi Hollywood,” tuturnya, Senin (21/11/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”silat”]
Perwira menengah polri itu menambahkan, kompetisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai luhur dalam pencak silat. Baik aspek mental spiritual, aspek seni budaya, aspek bela diri dan aspek olahraga.
“Selain menyalurkan hobi dan bakat melalui turnamen ini dapat dijadikan sebagai ajang silaturahmi serta memperkokoh persatuan dan persaudaraan. Antara perguruan pencak silat di Kabupaten Gresik,” imbuhnya.
Di kejuaraan pencak silat ini ada beberapa yang dilombakan. Mulai dari kategori remaja usia 14-17 tahun yang diikuti sebanyak 49 peserta. Mereka akan berlaga hingga babak final yang dijadwalkan pada 23 November mendatang. “Para juara berhak mengikuti kejuaraan Kapolda Cup 2021. Semoga pendekar Gresik mampu menjadi yang terbaik,” ungkap Aziz.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) mengapresiasi gelaran tersebut. Pihaknya berharap kompetisi tersebut dapat melahirkan para pesilat muda Gresik yang siap berlaga di kancah yang lebih tinggi. “Harus memiliki jiwa ksatria, dengan bertanding secara sportif dan mengedepankan kaidah pencak silat yang baik,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menyatakan, sikap ksatria itu akan mampu mengantarkan kesuksesan dalam kompetisi yang lebih tinggi. Hal tersebut lah yang membuat pencak silat menyatu dengan budaya Nusantara. “Saya berharap melalui turnamen ini bisa menciptakan karakter pemimpin yang berkualitas, unggul dan inovatif,” pungkasnya. [dny/kun]






