Surabaya (beritajatim.com) – Banyak yang percaya bahkan menganggap jika ayah merupakan cinta pertama anak perempuan. Ayah dilihat sebagai laki-laki yang menjadi pemimpin hebat pada sebuah rumah tangga. Seorang ayah jugalah yang memberi pengaruh kuat dalam membentuk pandangan anak perempuan tentang citra diri, kehidupan, hubungan atau bahkan dalam menentukan jalan hidup.
Namun sayang, masih banyak anak perempuan yang mendapat pola didik toxic oleh sang ayah. Hal ini dapat meninggalkan luka atau dampak buruk bagi anak kelak. Padahal, anak perempuan terus membutuhkan sosok ayah yang baik dalam menjalani perkembangan hidup.
Berikut ini ciri-ciri ayah toxic dalam mendidik anak perempuan. Dengan mengetahui ciri toxic tersebut bagi calon ayah, atau seorang ayah agar bisa merubah sikap dalam mendidik anak perempuan.
Jauh secara emosional
Meskipun ayah Anda ada atau tinggal bersama, namun dia tidak memberi perhatian dan emotional support. Seperti tidak menunjukkan jika dia tertarik dengan kehidupan atau mengabaikan kebutuhan berkomunikasi. Ayah toxic juga akan mengabaikan rasa kasih sayang pada anak perempuannya.
Terlalu banyak kritik daripada menghargai
Ciri kedua ketika sosok ayah dalam keluargamu tidak pernah melihat usaha dan kerja keras. Apalagi jika Anda tidak dapat memenuhi ekspektasi yang dia punya. Ayah justru lebih sering memberi kritik ketimbang menghargai proses atau usaha yang sudah Anda lakukan.
Ayah yang Narsis
Selanjutnya, ayah yang memiliki kepribadian ini cenderung egois dan tidak mempedulikan orang lain selain dirinya sendiri. Ciri ini biasanya juga sombong, egois dan punya rasa gengsi yang tinggi. Bahkan tidak jarang, seorang anak mempertaruhkan harga dirinya untuk sang ayah.
Ayah yang Abusive
Ciri terakhir ayah toxic ialah ayah yang abusive. Abusive ini diketahui karena ayah kerap melakukan kekerasan kepada dirimu, baik secara fisik, emosional atau lebih buruknya lagi kekerasan secara seksual. Ciri yang terakhir ini sebaiknya harus ada langkah tindak lanjut, agar perilaku itu bisa disadari dan tidak dilakukan lagi pada diri Anda.
Coba pahami lingkungan, terutama bagi Anda yang menjadi anak perempuan. Atau Anda yang berperan sebagai seorang ayah. Beberapa hal diatas sangat tidak baik untuk dilakukan. [dan/esd]






