Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur sebagai salah satu penopang ekonomi nasional kedua setelah ibukota, diprediksi akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi seperti tahun 2019 lalu pada tahun depan.
Sejak badai pandemi Covid-19 mereda di kuartal kedua tahun 2021 ekonomi Jatim mampu tumbuh sebesar 7,05 persen Year on Year (YoY) dan di kuartal ketiga naik lagi sebesar 3,03 persen YoY. Melihat kurva sektor riil lainnya yang terus meningkat tajam, membuat Taukhid, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Jawa Timur, Kementerian Keuangan RI yakin Jatim akan kembali bangkit ekonominya.
Indikatornya, antara lain naiknya Pendapatan Negara untuk Jatim per Oktober sebesar Rp 158,42 triliun. Angka ini lebih tinggi atau tumbuh 10,3 persen dari periode yang sama dengan tahun sebelumnya (YoY). Tak hanya itu saja berbagai program Pemulihan Ekonomj Nasional (PEN) pun sudah masif dijalankan salah satunya Kredit Program sebesar Rp 41,52 triliun. Angka ini nail 50,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) per 31 Oktober sudah tersalurkan hingga Rp 41,04 triliun.
“Hal ini membuat kurva pertumbuhan ekonomi di Jatim meningkat tajam. Sehingga kami yakin target ekonomi bisa tumbuh hingga 5,2 persen di 2022. Dan masa golden moment seperti yabg digaungkan Menteri Keuangan RI ini pun tidak mustahil bisa terjadi,” papar Taukhid, saat ditemui wartawan dalam meeting montly media di Kanwil DJPb Jatim di Surabaya, Jumat (19/11/2021).
Hal yang sama juga diamini oleh Poltak Maruli John Liberty Hutagaol, Kepala Kanwil Dirjen Pajak Jatim 1 yang optimis hingga akhir tahun 2021 ini penerimaan pajak di Jatim akan tercapai sesuai target yakni Rp 98,3 triliun. Saat ini realisasi pendapatan pajak di wilayah Jatim per 31 Oktober 2021 sekitar 71,1 persen.
“Kanwil DJP 1 realisasi pendapatan pajaknya per Oktober 2021 sebesar Rp 44,5 triliun. Dan Kanwil DJP 2 sebesar Rp 22,2 triliun. Serta pendapatan pajak Kanwil DJP 3 Jatim sebanyak Rp 31,4 triliun,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jatim”]
Insentif pajak yang diberikan kepada pengusaha pun realisasinya cukup besar yakni sebesar Rp 3,83 triliun. Penyerapan insentif pajak yang besar ini tentunya berbanding lurus dengan geliat perekonomian Jatim yang semakin membaik.
Pemasukan Jatim untuk mengangkat perekonomian tak hanya dari sektor pajak saja. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur I, Padmoyo Tri Wikanto membeberkan jika tahun ini penerimaan cukai rokok pun naik cukup signifikan. Cukai rokok ditargetkan tahun ini sebesar Rp 104 trlliun. Hingga Oktober sudah tercapai sebesar Rp 88,1 triliun atau 13 persen YoY.
“Kami optimis target cukai yang diberikan pada Kanwil Bea Cukai Jatim 1 ini akan tercapai hingga 107 persen pada akhir tahun 2021 ini. Sebab kurva perekonomian saat ini sudah naik terus,” sambung Tri Wikanto.
Tri Wikanto melihat peluang ekonomi Jatim semakin membaik dimana beberapa sektor penerimaan bea cukai masih bisa digenjot seperti sektor perkebunan kelapa sawit, logam mulia hingga perhiasaan.
“Apalagi sekarang Gresik sudah punya smelter ini diharapkan bisa jadi nilai tambah domestik. Kami optimis sektor pengolahan dan UMKM dengan tingkat ketangguhan yang luar biasa disaat pandemi pun akan jauh lebih melesat di 2022 mendatang,” tandas Tri Wikanto.[rea]






