Surabaya (beritajatim.com) – Tak hanya cerita-cerita asmara, romantis, komedi, dan aksi saja. Banyak sineas Indonesia yang telah memproduksi film-film berkualitas dan membahas mengenai budaya daerah.
Mulai dari budaya kuliner sampai budaya masyarakat sekitar. Berikut ini beberapa film terbaik Indonesia yang mengangkat budaya-budaya daerah.
Mursala (2013)
Bagi kalian masyarakat suku Batak, pastikan kalian menonton film garapan Viva Westi ini. Dibintangi oleh Rio Dewanto dan Titi Sjuman, Mursala sebenarnya mengangkat cerita sederhana tentang perbedaan marga di suku Batak. Salah satu alasan kenapa pasangan beda marga tidak boleh menikah.
Kedua pemeran utama ini memiliki marga Simbolon dan Saragi, yang mana keduanya tidak bisa bersatu karena marga tersebut masih tergolong Parna. Peraturan adat tidak memperbolehkan orang-orang dalam marga Parna saling menikahi karena tergolong satu keturunan yang sama.
Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck (2013)
Film yang diadaptasi dari novel Buya Hamka ini memiliki genre melodrama. Kisahnya tentang Zainuddin, diperankan oleh Herjunot Ali, seorang pria miskin yang tak bersuku. Ibunya berdarah Bugis dan ayahnya berasal dari suku Minang. Statusnya menjadi tak jelas, dan dalam masyarakat Minang, ia bernasabkan garis keturunan ibu tak diakui.
Film ini berfokus pada kisah cinta Zainuddin dan Hayati yang berasal dari keluarga bangsawan. Kisah cinta yang tak medapat restu ini mampu membawa penonton hanyut dalam konflik dan menguras air mata.
Tabula Rasa (2014)
Kali ini, Tabula Rasa merupakan film yang cocok bagi kalian pecinta kuliner. Apalagi kuliner yang dibawakan adalah kuliner nusantara, lebih tepatnya masakan-masakan ala Padang.
Becerita tentang Hans, pemuda dari Sori, Papua yang memilih untuk merantau di Jakarta. Namun ternyata, hidupnya tak berjalan sesuai rencana. Ia pun bertemu dengan Mak, pemilik rumah makan Padang yang membantu Hans untuk kembali semangat dan berjuang hidup.
Karena keapikannya, Tabula Rasa berhasil membawa pulang penghargaan Piala Citra 2014 dengan kategori Penulis Skenario Asli Terbaik.
Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
Berbeda dengan film – film lainnya, film garapan Mouly Surya ini tak hanya mengangkat kebudayaan Indonesia, tapi juga isu sosial yang sering dialami oleh perempuan. Tokoh utamanya tentu saja Marlina, wanita yang hidup di Sumba.
Rumahnya dicuri, ia pun diperkosa oleh seorang pria bernama Marcus. Untuk menyelamatkan diri, Marlina akhirnya membunuh Marcus dengan memenggal kepalanya. Ia pun berusaha mengungkapkan peristiwa yang terjadi, membawa penggalam kepala Marcus kemana-mana sebagai bentuk bukti.
Film ini mungkin tak banyak mendapat layar bioskop dalam negeri, namun berhasil mendapat Best Cinematography pada ajang Asia Pasific Film Festival di tahun 2018.
Nah, diantara film-film di atas, apakah ada yang mengusung kebudayaan daerah kalian? [mnd/tur]






