Surabaya (beritajatim.com) – Setelah sempat menolak tawaran Tottenham Hotspurs, Antonio Conte akhirnya luluh juga. Ia menerima tawaran kedua yang diajukan oleh Spurs. Conte, datang meneggantikan Nuno Espirito Santo.
Pada laga debut meski keluar dengan hasil imbang, Conte cukup membuktikan kualitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Namun, banyak yang terkejut sebenarnya atas kepindahan Conte ke Spurs. Sebab, sebelumnya dia telah mendapat tawaran dari klub-klub Eropa yang lebih top. Ternyata sebagaimana dilansir dari skysports dan BBC, ini alasan Conte lebih memilih Spurs.
Soal Investasi pemilik klub
Alasan pertama tentunya sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Jika dilihat lagi ke belakang, Conte meninggalkan Chelsea dan Inter Milan karena alasan yang serupa yaitu, pemilik klub menolak untuk berinvestasi pada pemain yang diinginkan Conte. Pemilik Spurs, Daniel Levy, juga terkenal sebagai pebisnis ulung yang bisa saja menghabiskan tidak ragu untuk habiskan uang sebesar klub top EPL yang lain
Dapat Pemain Idaman
Menurut jurnalis Rory Smith, bisa aja kedua belah pihak sudah mencapai kesepakatan dalam satu hal yaitu uang. Selain menerima gaji yang lebih besar, kemungkinan pihak Spurs juga bisa berkompromi dengan Conte tentang transfer pemain.
Apalagi, posisi klub yang kurang menguntungkan di tabel klasemen saat ini juga bisa jadi daya tawar lebih bagi Conte. Intinya, Conte kemungkinan akan mendapat pemain yang diinginkan.
Tidak ada destinasi yang tepat lainnya
Selain itu, dapat dikatakan jika saat ini tidak ada destinasi lain yang pas bagi pelatih asal Italia itu. Ditambah dengan keinginannya untuk kembali ke Inggris, pilihan klub pun terbatas.
PSG yang sempat santer diisukan mendekati Conte sepertinya masih bertahan dengan Mauricio Pochettino. Sementara itu, ada Manchester United masih terus percaya pada pelatih mereka saat ini, Ole Gunnar Solskjaer.
Meski sebenarnya MU sendiri cukup khawatir sosok Conte mirip dengan Mourinho yang punya karakter keras kepala. Oleh sebab itu, Spurs sepertinya jadi pilihan terbaik saat ini.
Tantangan Baru
Hal yang bisa jadi gambaran lain soal keputusan Conte ialah karena Spurs akan menjadi tantangan unik baginya. Sebab sejauh ini prestasi Tottenham belum pernah sampai pada yang terbaik. Piala terakhir yang Spurs peroleh adalah Piala Carling tahun 2008.
Sebagai pelatih top, tentu akan jadi kebanggaan sendiri bagi Antonio Conte jika saja bisa membawa Spurs memenangkan piala Premier League. Dengan prestasi klub yang kian naik, bukan tidak mungkin mentalitas klub juga bisa diubah dan siap bersaing dengan klub top Eropa lainnya.
Itulah beberapa alasan Conte memutuskan untuk menukangi Harry Kane dan kawan kawan. [dan/tur]






