Jember (beritajatim.com) – Kurang lebih 230 orang warga mengungsi dan 577 rumah terdampak akibat banjir yang terjadi di enam desa dan kelurahan di tiga kecamatan, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu (10/11/2021) malam.
Air merendam SMP 1 Islam di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul setinggi 40 centimeter. Tanah longsor di Desa Kramat Sukoharjo, Kecamatan Tanggul, menyebabkan satu rumah rusak ringan. Sebanyaj 75 rumah di Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro terendam air, tapi air segera surut.
Tanah longsor terjadi di Dusun Gambir, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru menutupi jalan ke lokasi wisata Gunung Gambir. Sebanyak 475 rumah dan satu musala di Dusun Songgon, Dusun Pondok Dalem, Desa Pondik Dalem, Kecamatan Semboro, terendam ait setinggi 40-70 centimeter. Selitar 200 orang mengungsi.
Air setinggi 30 centimeter merendam 15 rumah di Dusun Krajan, Desa Pondok Dalem. Sebanyak 30 rumah di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro juga terendam air dan warga mengungsi. Lokasi pengungsian di Balai Desa Pondokjoyo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Banjir terjadi setelah hujan lebat terjadi sejak pukul sebelas siang, kemarin. “Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengakibatkan peningkatan debit air di aliran sungai dan terjadi longsor. Oukul empat sore, sungai tidak bisa menampung debit dan air meluap ke pemukiman warga,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Heru Widagdo, Kamis (11/11/2021). BPBD memberikan bantuan logistik bagi warga terdampak agar mendirikan dapur mandiri.
“Kita perlu waspadai banjir di Sumberagung, Kecamatan Sumberbaru. Air mulai naik di sana. Desa ini terletak di sisi barat Semboro. Air mengikuti kontur tanah. Kami mengusahakan warga tetap aman,” kata Heru.
Hari ini hujan kembali turun di Jember. “Kami waspadai daerah-daerah aliran sungai,” kata Heru. [wir/but]






