Surabaya (beritajatim.com) – DST atau Daylight Saving time dimanfaatkan guna memaksimalkan waktu siang. Itu karena negara-negara di Eropa dan Amerika punya empat iklim. Jadi, mereka tidak bisa beraktifitas maksimal di semua musim. Oleh karena itu mereka memaksimalkan waktu saat musim panas.
Sebagai penggemar sepakbola Eropa mungkin sudah ada yang menyadari jika belakangan jadwal bola semakin larut. Misalnya jadwal UEFA Champions League yang biasanya jam 23.45 WIB berubah jadi 00.45 WIB atau yang dulunya pada jam 02.00 WIB malah bergeser jadi 03.00 WIB.
Ternyata hal itu disebabkan karena perbedaan perputaran waktu di benua Biru saat ini. Sebagaimana dilansir dari Frequent business traveller, orang-orang di sebagian besar negara Eropa akan menyesuaikan satu jam lebih awal pada hari Minggu 31 Oktober 2021 pukul 01.00 waktu setempat.
Semua negara di Uni Eropa, seperti negara Perancis, Austria, Jerman, Italia, Portugal, Slovenia, Slovakia, dan Spanyol akan mengubah jamnya. Begitu juga dengan daerah Norwegia, Swiss, dan Inggris. Peristiwa itu terjadi disebabkan oleh berakhirnya Daylight Saving Time (DST), atau dalam Bahasa Indonesia disebut waktu musim panas. Artinya dengan kata lain, Musim dingin akan segera melanda.
DST sendiri merupakan praktik untuk memajukan jam saat musim panas sehingga malam datang lebih lambat setiap harinya. Sistem ini tersebut sudah lama digunakan oleh negara-negara di benua Eropa dan Amerika bagian Utara. Dengan adanya DST, negara-negara tersebut akan punya waktu siang yang lebih lama di musim panas.
Orang-orang disana akan masuk kerja lebih pagi dan pulang kerja lebih awal. Saat pulang kerja, mereka masih punya waktu di luar ruangan karena matahari belum terbenam. Dampak DST juga dirasakan Indonesia, yang berjarak tujuh jam dari waktu Inggris (GMT).
Artinya masyarakat Indonesia harus menikmati waktu pertandingan paling lambat jam 03.00 dini hari. Sebenarnya sudah ada gagasan untuk menghapus DST pada tahun 2019 karena hal tersebut katanya membuat orang-orang di Eropa frustasi.
Namun, gagasan itu baru akan terencana dan dinegosiasikan tahun ini (2021). Parlemen Eropa menangguhkan gagasan tersebut karena adanya pandemi virus corona. Sehingga sampai saat ini, belum juga ditemukan solusi untuk pengganti DST ini. [dan/tur]






