Malang(beritajatim.com) – Menteri Sosial Tri Rismaharini melihat langsung kondisi bencana banjir bandang di Kota Batu dan Kota Malang. Dia datang malam-malam ke dapur umum di Balai Desa Bulukerto, Kota Batu, Jumat, (5/11/2021).
Selain mengecek kondisi banjir bandang. Dia ingin melihat proses penanganan pasca banjir bandang. Laporan yang dia terima korban meninggal dunia sebanyak 6 orang. Kemensos pun menyiapkan bantuan sosial sebesar Rp15 juta bagi korban banjir bandang.
“Kita ada santunan untuk kematian, santunan untuk luka ada. Untuk meninggal dunia, nominal santunan Rp15 juta, kalau luka berat Rp5 juta,” ujar Risma.
Dari 15 orang yang dilaporkan hilang pada saat banjir bandang terjadi Kamis, (4/11/2021) sore. 6 orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dengan luka-luka, 6 orang dinyatakan meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.
“Nanti kita ada trauma healing, ada petugas saya yang akan turun untuk memberikann trauma healing untuk warga,” imbuh Risma.
Sementara penanganan ratusan rumah rusak akibat terjangan banjir bandang. Kemensos akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-kota-batu”]
“Nanti kita lihat, kami punya program perbaikan rumah, cuma saya akan komunikasikan dengan phak BNPB supaya tidak terjadi tumpang tindih. Karena sebenarnya kalau saya dari rumah tidak layak huni, sebetulnya kejadian bencana ada di BNPB. Saya akan komunikasikan dengan BNPB,” tandas Risma. [luc/but]






