Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Badan Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menggelar Festival Jalur Rempah Titik Simpul Jawa Timur tahun 2021. Festival ini mengangkat narasi ‘Jalur Rempah’ melalui berbagai acara budaya yang diproduksi langsung di 13 titik Jalur Rempah.
Dengan mengusung tema ‘Rempah untuk Masa Depan’, festival yang dibuka dengan workshop pada Senin (1/11/2021) kemarin akan berlangsung hingga 3 November 2021 besok. Workshop ‘Rempah Masa Depan Kita’ sebagai kegiatan pembuka dari serangkaian festival yang digelar di salah satu hotel di Kota Mojokerto, Senin (1/11/2021) kemarin.
Kegiatan workshop ini digelar selama tiga hari dengan mendatangkan komunitas seni dan budaya dari wilayah Jawa Timur. Workshop edukasi sejarah jalur rempah dengan tema ‘Rempah Masa Depan Kita’ bertujuan untuk membangun ekosistem budaya rempah dari hulu hingga hilir.
Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah yang disiapkan sebagai Warisan Budaya ini, dapat memperkuat diplomasi dan meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Muhibah Budaya merupakan pelayaran menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci dan kapal latih Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.
Tiga belas titik tersebut dimulai dari Banda Neira, Ternate, Makassar, Banjarmasin, Tanjung Uban-Pulau Bintan, Belawan, Lhokseumawe-Banda Aceh, Padang, Banten, Jakarta, Semarang, Benoa dan berakhir Surabaya. Selain workshop, agenda kegiatan dalam rangkaian festival tersebut yaitu pameran komoditi rempah, diskusi praktisi rempah dan ‘Festival Perahu Naga’.
Tidak hanya Kota Mojokerto, tahun ini terdapat tiga titik pelaksanaan ‘Festival Jalur Rempah Titik Simpul Jawa Timur’, yaitu Surabaya dan Kediri. Ketiga lokasi tersebut dipilih karena wilayahnya di lintasi Sungai Brantas. Di mana oleh sejarah tercatat sebagai sungai yang memiliki peran cukup besar dalam transportasi perdagangan rempah.
“Kekayaan rempah di tanah air ini sebagai salah satu warisan nenek moyang yang seharusnya dapat dilestarikan dan dikembalikan kejayaannya. Tujuan diadakannya festival ini adalah untuk kembali mengenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda akan kekayaan rempah di Indonesia,” ungkap Kepala BPCB Jatim, Zakaria Kasimin.
“Rempah bagaikan ‘emas hijau’ yang begitu berharga karena memang fungsi dan kegunaannya yang beragam dan esensial, baik dalam makanan ataupun obat-obatan. Kami berharap generasi muda dapat berperan untuk menggali lebih dalam potensi dari rempah. Salah satunya sebagai upaya pengembangan UMKM, yang mana bagian dari program pemerintah pusat,” harapnya.
Pada workshop hari pertama, dihadiri oleh Direktur Kreatif/Kurator Festival Jalur Rempah 2021 Suwastomo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) Kota Mojokerto Amin Wachid dan Budayawan dan Filolog asal Bali Sugi Lanus. [tin]








