Surabaya (beritajatim.com) – Xavi Hernandez menjadi nama yang difavoritkan oleh para penggemar Barcelona guna menjadi pelatih baru pasca resmi memecat Ronald Koeman. Xavi lantas dipercaya dapat mengembalikan aura kejayaan Barcelona. Namun, pengalaman Xavi masih sedikit karena dirinya baru melatih Al-Sadd, yang notabene bukan berasal dari liga top Eropa.
Sebentar lagi Xavi akan kembali ke Camp Nou, usai sekian lama hengkang. Kali ini dia datang sebagai seorang pelatih, dan inilah hal-hal yang mungkin akan terjadi di Barcelona.
Taktik baru gaya lama
Bersama Al-Sadd Xavi tercatat sangat sering menerapkan formasi 4-3-3 dengan mengandalkan umpan pendek satu dua antar pemain yang sering dikenal publik sepakbola sebagai tiki taka. Xavi disinyalir mampu mengembalikan gaya bermain lama milik Barcelona.
Maklum, gaya bermain seperti ini terkadang hilang pada saat Ronald Koeman masih melatih Blaugrana. Sebab, Koeman lebih sering mengandalkan sayap lalu memberi umpan long ke depan langsung, Hal tersebut sangat jauh dengan filosofi tim asal Catalan tersebut.
Membuang beberapa pemain yang dianggap beban
Cepat atau lambat para pemain yang dianggap beban tersebut akan segera tersingkir dan dijual dari klub. Menurut rumor yang beredar di sosial media, pemain seperti Luuk De Jong, Lenglet, Umtiti, Ousmane Dembele hingga Coutinho akan tersingkir dari Barcelona era kepelatihan Xavi.
Mencari sosok Mascherano
Pique kini sudah berusia tua dan larinya semakin lamban. Sementara, rekannya di lini belakang yaitu Eric Garcia masih muda juga belum terlalu banyak pengalaman. Barcelona bagaimanapun perlu mencari pemain baru seperti layaknya Mascherano agar lini belakang Blaugrana kembali kuat dan sulit ditembus seperti masa lalu.
Kembalinya akademi La Masia
Saat El Barca di bawah komando Koeman, memang sering menggunakan produk asli La Masia, sebut saja nama Nico dan Gavi yang dimainkan pada musim ini. Hal itu juga akan dilakukan oleh Xavi bahkan bisa memberikan efek lebih mentereng dari yang dilakukan oleh Ronald Koeman sebelumnya.
Namun, dibalik semua hal itu. Banyak pihak meragukan kemampuan Xavi untuk menahkodai Barcelona. Alasan utamanya karena masih sedikit pengalaman juga pengalaman tersebut didapat saat melatih tim dari Asia. Di Eropa tentu saja berbeda dengan Asia, di Eropa tekanan lebih tinggi apa lagi melatih Barcelona, bisa saja Xavi justru mengalami Underperformed. Sehingga kelak, Xavi mendapatkan banyak hujatan dan malah dipecat lagi oleh Barcelona. [dan/tur]






