Jember (beritajatim.com) – Tren terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat ini masih landai dan cenderung rendah. Namun cakupan vaksinasi masih di bawah 50 persen.
Hal ini dikemukakan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Lilik Lailiyah, Senin (1/11/2021). “Kasus di Kabupaten Jember baik dari sisi transmisi maupun respons sudah memadai. Artinya, di Level 1,” katanya.
Menurut Lilik, ada delapan indikator penentuan level. “Tiga dari sisi transmisi. Kasus terkonfirmasinya kurang dari lima kasus per minggu per seratus ribu penduduk. Ini di Kabupaten Jember sudah memadai. Kedua, kasus rawat inap juga kurang dari lima kasus per seratus ribu penduduk dalam satu minggu. Begitu pula kasus kematian,” katanya.
“Dari sisi respons 3T, tracing kami sudah satu berbanding 18 (orang). Ketentuannya satu banding 15. Ini artinya memadai. Dari sisi testing, kurang dari lima persen dari kasus yang diperiksa. Ini juga memadai. Dari sisi ketersediaan tempat tidur (yang dikhususkan untuk Covid) di rumah sakit, sampai saat ini di Jember kurang dari dua persen, sekitar 1,75 persen,” kata Lilik.
Namun cakupan vaksinasi dosis pertama baru 44,18 persen dan vaksinasi untuk lansia 23 persen. “Memang kurang dari target yang harus dicapai, kalau ingin PPKM (Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat) Level 2 harus 50 persen dari cakupan vaksinasi dosis pertama dan untuk lansia 40 persen,” kata Lilik.
Lilik mengatakan, grafik kasus terkonfirmasi positif Covid di Jember menurun. “Bahkan dua hari ini kita nol kasus. Kemarin memang rilis satu. Setiap kasus yang kami dapatkan, kami tracing. Ternyata yang kemarin tambahan satu adalah warga ber-KTP Kendari yang kebetulan bertamu di Kabupaten Jombamg. Dia diperiksa di RS Gatul dan kemudian (sampel tracing) dikirim ke RS Jember Klinik. Tapi setelah ditelusuri tidak pernah ada di Jember,” katanya.
“Memang pada Juni naik, puncaknya pada Juli 2021, dan kemudian mulai turun. Mulai pada 11 Juli 2021, kami ada istilah auto-release, yakni semua yang diperiksa laboratorium melalui all new record, di mana pun periksanya kalau ada di Jember, maka masuk kasus di Jember,” katanya.
Kendati jumlah kasus mulai menurun, Lilik mengatakan, kehati-hatian harus tetap dicanangkan. “Tetap semangat untuk mencapai PPKM Level 1. Semua tenaga kesehatan, ASN, TNI, Polri di tingkat desa dan kabupaten tetap waspada,” katanya.
Saat ini status Jember masih PPKM Level 3. “Bukan karena kasus yang meningkat, tapi karena cakupan vaksinasi yang kurang (dari 50 persen). Vaksinasi kami dorong, terutama untuk warga lanjut usia, karena kematian terbanyak ada pada lansia. Untuk itu, lansia penting kita dorong untuk capaian vaksinasi 40 persen,” kata Lilik.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-jember”]
Pemkab Jember kini lebih proaktif mendatangi warga lansia yang menjadi sasaran vaksinasi. Bersama TNI, Polri, petugas kesehatan yang bertugas bergerak ke dusun-dusun hingga tingkat rukun tetangga dan rukun warga. Saat ini masih tersedia 63 ribu dosis vaksin yang siap disuntikkan kepada warga.
“Ada sasaran yang di kelompok-kelompok lansia yang mungkin belum tersentuh, kami laksanakan. Organisasi-organisasi yang melaksanakan vaksinasi, kami fasilitasi. Insya Allah untuk ketersediaan vaksin, atas upaya bupati kemarin sudah tersedia. Hari ini kami berangkat mengambil vaksin bantuan dari TNI AU di Malang, dan saat ini tengah berproses bantuan dari TNI AL,” kata Lilik. [wir/but]






