Gresik (beritajatim.com) – Puluhan pelaku usaha Cerme, Gresik dan sekitarnya curhat ke Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Para pelaku usaha tersebut, menyampaikan uneg-unegnya mulai dari permasalahan banjir Kali Lamong, jalan dan lain-lain.
Pelaku usaha yang tergabung dalam paguyuban itu, merupakan perkumpulan dari berbagai sektor usaha. Mulai dari jasa transpotasi, perdagangan, properti, serta kontraktor.
Ketua Paguyuban Pelaku Usaha Cerme, Gresik Akhmad Prianto mengatakan, pertemuan atau dialog dengan bupati ini sangat positif mengingat daerah Cerme dan sekitarnya saat ini merupakan daerah industri. Apalagi dengan beroperasinya jalan tol Krian, Legundi, Bunder dan Manyar (KLBM).
“Meski secara bertahap daerah Cerme masuk daerah industri. Namun, pelaku usaha terkendala persoalan banjir Kali Lamong, dan status kelas jalan,” katanya, Senin (25/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-gresik”]
Kedua permasalahan tersebut kata Akhmad Prianto, harus segera dituntaskan supaya saat menghadapi musim hujan. Para pelaku usaha tidak dipusingkan lagi dengan persoalan banjir.
Menanggapi hal itu, Bupati Fandi Akhmad Yani atau akrab dipanggil Gus Yani menuturkan, dirinya menggarisbawahi pentingnya mitigasi bencana. Hal ini dilakukan sebagai upaya, atau strategi bagaimana menghadapi bencana alam, kira- kira apa yang akan kita persiapkan.
“Strategi seperti ini penting. Dimana, didalamnya ada persiapan secara fisik seperti normalisasi sungai maupun secara mental seperti peningkatan SDM dalam menghadapi bencana,” tuturnya.
Orang nomor satu di Gresik itu, juga mengajak semua stakeholder untuk memaksimalkan dalam memanfaatkan BMKG dalam mitigasi bencana.
“Kami mengajak seluruh pelaku usaha dan pengembang yang tergabung dalam paguyuban untuk bersama-sama memupuk rasa empati dan mengubah mindset dalam kegiatan CSR-nya. Yang semula memberi bantuan sembako diubah menjadi aksi bagaimana caranya mencegah bencana,” ujar Gus Yani.
Mengenai penanganan banjir Kali Lamong. Pemda Gresik tidak tinggal diam. Melalu Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) yang berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS) sudah melakukan berbagai langkah.
“Prioritas jangka pendek yang dilakukan adalah dengan cara normalisasi Kali Lamong dan anak sungainya, membangun konstruksi parapet dan konstruksi tanggul,” tandas Plt Kepala Dinas DPU-TR Ending Wahyu Kuntjoro. [dny/kun]






