Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan Bank Jatim Cabang Mojokerto menggelar Pasar Murah Prepekan Maulud. Pasar Murah Prepekan Maulud yang digelar di Pasar Rakyat Jetis untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Iwan Abdillah mengatakan, beberapa program Disperindag yang sudah berjalan beberapa waktu lalu yakni di Pasar Kedung Maling, Kecamatan Sooko. Inovasi bertajuk Punokawan Milenial tersebut dilaporkan berjalan baik untuk menuju era transaksi digital non-tunai atau cashless.
“Beberapa kegiatan kita mulai di Kedung Maling yakni launching inovasi Punokawan Millenial yang disupport Bank Jatim. Dari situ, sudah ada 334 pedagang pasar yang menerapkan cashless dalam transaksi. Kita harapkan tahun depan bisa semua,” ungkapnya, Minggu (17/10/2021).
Sementara, Pasar Murah Prepekan Maulud ini, lanjut mantan Camat Jetis ini, merupakan agenda rutin. Namun Minggu pagi out of the box khusus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Jetis memiliki tradisi menyiapkan asahan, ambengan atau selamatan ketika maulid.
“Jadi warga bisa datang ke sini (Pasar Murah Prepekan Maulud, red) juga untuk belanja kebutuhan. Karena ‘prepekan’ artinya bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fatmawati mendorong agar kegiatan Pasar Murah Prepekan Maulud dapat menjadi pengungkit geliat perekonomian masyarakat Jetis. Bupati secara tegas juga menginstruksikan agar Pasar Rakyat Jetis bisa jadi pilot project geliat ekonomi masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19.
“Pemulihan ekonomi butuh sinergitas dan kolaborasi. Mohon terus berinovasi, cari jalan bagaimana agar pasar ini bisa terus ramai. Bahkan menjadi pusat ekonomi dari empat kecamatan lain di wilayah utara sungai. Pasar ini bisa jadi pilot project, sebagai motor penggerak ekonomi wilayah utara sungai,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Bupati selaku Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto, tidak lupa mengingatkan warga masyarakat pentingnya vaksinasi pencegahan Covid-19. Vaksinasi menjadi sangat penting untuk dilakukan, karena selain untuk melindungi diri dan orang lain, proses pemberian kekebalan ini juga berpengaruh terhadap roda perekonomian masyarakat.
“Perekonomian dan pengendalian Covid-19 tidak bisa dipisah. Satu sisi kita menekan pandemi, tapi kita juga harus putar roda ekonomi supaya jalan terus. Jadi saya mohon, bantu kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menyukseskan vaksinasi. Target kita minimal harus 70 persen, tapi akan jauh lebih baik kalau bisa dipacu hingga mencapai 100 persen. Vaksin semuanya gratis dari Pemerintah. Masyarakat tinggal datang,” tambahnya.
Acara ditutup dengan pemberian bantuan untuk 45 orang lansia dan 17 anak yatim, dari program peduli lansia Merpati Putih (Meraih Harapan Tak Pernah Mati, Jangan Pernah Putus Cinta Kasih). Serta, vaksinasi gratis dengan hadiah alat-alat rumah tangga untuk 100 orang pendaftar pertama. Bupati juga memborong aneka dagangan pasar murah maulud, denan transaksi cashless. [tin/but]






