Surabaya (beritajatim.com) – Program Studi D4 Teknik Pengolahan Limbah Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) melakukan kerjasama untuk mengajak komunitas bank sampah melakukan pengomposan sampah organik dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) atau ulat maggot sebagai dekomposer sampah.
Dosen studi D4 teknik pengolahakan limbah PPNS sekaligus Ketua Pengabdian Masyarakat Ayu Nindyapuspa menyebut permasalahan timbulan sampah akan terus meningkat diimbangi dengan aktivitas kegiatan masyarakat yang bertambah banyak.
Bertambahnya jumlah sampah terutama sampah organik yang cepat membusuk dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif seperti timbulnya bau tak sedap sehingga mengundang lalat hijau yang dapat menyebarkan penyakit kepada manusia.
“Oleh karena itu kenaikan produktivitas limbah organik akan mendorong pengembangan teknologi pengolahannya. Dan salah satu teknologi komposting untuk mengurangi dan meningkatkan nilai dari sampah organik yaitu dengan cara biokonversi,” kata Ayu, Sabtu (9/10/2021).
Proses biokonversi, lanjut Ayu, memanfaatkan bakteri dan larva untuk mentransformasi sampah organik menjadi produk bernilai tinggi dengan mengkonversi nutrisi dan menyimpannya sebagai biomassanya.
“Larva yang dimanfaatkan sebagai agen pengurai materi organik adalah larva Black Soldier Fly (BSF) yang direkomendasikan sebagai pengolahan lanjut sampah organik karena kecepatan mengurai limbah secara cepat dan sebagai alternatif pakan hewan ternak yang tinggi protein,” paparnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Ayu Nindyapuspa S.T., M.T dan dibantu oleh dosen PPNS Program Studi D4 Teknik Pengolahan Limbah yaitu Vivin Setiani S.T., M.Eng, Tanti Utami Dewi, S.Si., M.Sc, dan Ulvi Pri Astuti, S.T., M.T, serta Ir. Eko Julianto, M.Sc., F., RINA (Direktur PPNS).
[berita-terkait number=”5″ tag=”sampah”]
Selain itu, kegiatan ini juga dibantu oleh mahasiswa D4 Teknik Pengolahan Limbah. Kegiatan ini berlangsung secara online menggunakan media applikasi Zoom yang dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2021, dan offline dengan melakukan kunjungan ke Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 46 orang dari komunitas bank sampah di Surabaya.
Vivin Setiani, dosen PPNS program studi D4 teknik pengolahan limbah menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu edukasi tentang komposting untuk meningkatkan nilai dari sampah organik dengan memanfaatkan larva BSF.
“Larva ini bisa kita manfaatkan sebagai pakan ternak unggas dan ikan. Selain sebagai pengurai, nilai manfaatnya juga sangat tinggi,” ungkap Vivin.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan tentang faktor yang mempengaruhi proses pengomposan sampah organik dengan menggunakan larva BSF, prosedur komposting BSF, manfaat sosial ekonomi dari komposting BSF.
“Materi yang sampaikan juga terdapat video tutorial mengenai pengomposan sampah organik menggunakan larva BSF, guna memperdalam konsep komposting BSF,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Induk Surabaya (BSIS) Anjar Putro mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh PPNS dan berkolaborasi dengan BSIS ini. Menurutnya, hal seperti ini dapat mengajarkan dan mendorong masyarakat untuk menerapkan ilmu pengolahan sampah organik menggunakan BSF agar lingkungan menjadi bersih dan tercipta ekonomi sirkular di masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif dan nilai manfaatnya tinggi untuk masyarakat. Saya berharap agar kegiatan pengabdian masyarakat semacam ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat agar semakin banyak yang bergerak untuk Indonesia bebas sampah,” tandas Anjar. [asg/suf]






