Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus warga yang terpapar Covid-19 di bumi reyog mulai turun. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim) terakhir, jumlah pasien Covid-19 aktif untuk Ponorogo hanya 56 orang. Meskipun mengalami tren penurunan, Pemkab Ponorogo tidak ingin jumawa. Pemkab setempat tetap melakukan antisipasi jika nantinya warga yang terpapar kembali membludak. Yakni dengan melanjutkan pembangunan rumah sakit lapangan.
“Pembangunannya sudah selesai lama, namun isinya saat itu belum ada,” kata Kabid Pelayanan Medik RSUD dr. Harjono Ponorogo Abraham Reza Kautsar, Jumat (8/10/2021).
Nah, saat ini kata Reza peralatan kesehatannya sudah tersedia semua. Sehingga RS Lapangan yang berada di Jalan Trunojoyo Kelurahan Tambakbayan itu sarana dan prasarananya sudah terpenuhi. Bahkan sebagian peralatannya sudah disimpan di gedung RS. Lapangan. “Saat ini sebagian peralatan sudah disimpan di gedung RS. Lapangan itu,” ungkap Reza.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-ponorogo”]
Pengadaan peralatan kesehatan tersebut, sebelumnya membutuhkan proses yang cukup lama. Sebab, harus memesan dahulu sebelum membelinya. Hampir semua alat kesehatan (alkes) sudah terbeli. Saat ini, kata Reza hanya tabung oksigen yang belum tersedia.
“Hampir semua alkes sudah terbeli, tetapi saat ini memang belum digunakan. Ya karena Rumah Sakit Lapangan belum difungsikan. Semoga dengan masuknya alkes ini ya segera bisa difungsikan,” pungkas Reza.
Dibangunnya Rumah Sakit Lapangan ini, dulunya dilatarbelakangi oleh tingginya kasus positif di Ponorogo. Sebab saat itu daya tampung pasien di semua rumah sakit rujukan Covid-19 bisa dikatakan hampir semuanya penuh. Pendirian Rumah Sakit Lapangan menjadi opsi selanjutnya untuk menampung pasien-pasien Covid-19 tersebut. (end/kun)






