Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan di matchday ke 4 Liga Inggris malam tadi (12/9) mempertemukan dua klub dengan pola permainan menyerang, Leeds United dan Liverpool. Mereka pun memiliki beberapa taktik permainan yang mirip.
Baik Leeds maupun Liverpool memiliki kebiasaan melakukan pressing ketat ke pemain lawan. Taktik ini juga memungkinkan mereka melakukan recovery ball cepat setelah kehilangan bola. Hal ini bahkan sudah terlihat sejak menit pertama pertandingan.
Permainan tempo tinggi, dengan bola-bola pendek dan umpan-umpan diagonan kerap kali dilakukan demi menghidari pressing lawan. Setiap kali pemain-pemain Liverpool menguasai bola, pasti di belakangnya sudah ada pemian Leeds yang melakukan pressing sekaligus berusaha merebut bola, begitupun sebaliknya. Bahkan pemain depan Leeds seperti Bamford, dan Raphinha rajin sekali melakukan pressing ke Alisson dan barisan pertahanan Liverpool.
Dengan taktik seperti ini, lini tengah menjadi medan pertarungan yang paling sengit. Alhasil lini tengah Liverpool kesulitan mengalirkan bola. Fabinho, Thiago, dan Elliot dibuat repot oleh Kalvin Phillips yang sering muncul dari belakang dan merebut bola dari mereka.
Bola-bola diagonal dari tengah ke sayap pun menjadi salah satu solusi yang sering dilakukan. Bola dari Thiago atau Fabinho dibagi ke Alexander-Arnold yang kemudian melakukan kolaborasi bola pendek bersama Salah dan Elliot. Kombinasi ketiga pemain ini sering sekali merepotkan sisi kiri perthanan Leeds yang dijaga oleh Junior Firpo dan Liam Cooper.
Leeds pun melakukan hal yang serupa, umpan-umpan jauh dari Llorente ke Raphinha dan Bamford beberapa kali mampu mengancam pertahanan Liverpool. Sayang, beberapa kali kesempatan berhadapan dengan keeper harus berakhir sia-sia akibat buruknya penyelesaian akhir dari Bamford, Raphinha juga Rodrigo Moreno.
Hingga lima belas menit pertama, jual beli serangan terus terjadi antar kedua klub. Liverpool baru mampu memecah kebuntuan di menit 20, ketika Joel Matip yang membawa bola sampai depan kotak pinalti mengirimkan umpan ke Alexander Arnold yang ada di sisi kanan. Ia kemudian mengirimkan umpan mendatar yang mampu dieksekusi dengan baik oleh Salah untuk membuat Liverpool unggul 1-0.
Pertandingan selanjutnya berjalan dengan ketat. Meski, Liverpool mulai mengurung pemian Leeds di area pertahanan mereka sendiri. Menyisakan Bamford sendirian yang juga turun hingga tengah lapangan. Cairnya pergerakan tiga lini depan Liverpool yang diisi Jota, Mane dan Salah memang membuat Leeds kesulitan. Bahkan, di menit 33, Llorente bek tengah Leeds harus ditarik keluar akibat cedera.
Peran Llorente bagi Leeds pun cukup krusial. Tidak hanya beberapa kali mampu menutup tendangan Elliot yang berpotensi menjadi gol, ia juga beberapa kali mampu memecah kebuntuan dengan mengirimkan umpan-umpan diagonal berbahaya ke Raphinha dan Bamford.
Leeds memulai babak kedua dengan lebih agresif. Mereka menyerang sejak menit pertama. Namun, sekali lagi, pertahanan Liverpool yang diisi oleh Van Dijk, Matip, Alexander-Arnold dan Robertson masih sulit untuk ditembus.
Di menit 47, berawal dari serangan balik cepat dan kombinasi antara Mane dan Diogo Jota, Liverpool kembali membahayakan pertahanan Leeds. Untungnya, tendangan Mane yang sudah berhadapan dengan Meslier, Keeper Leeds mampu ditutup oleh Ayling. Bola kemudian disambut oleh Muhamed Salah dan masih mampu diamankan dengan takle dari Sruijk dan menghasilkan tendangan penjuru.
Tendangan penjuru yang diambil oleh Alexander-Arnold berhasil disundul oleh Van Dijk namun arahnya ke bawah dan mengenai kaki Fabinho dan menyebabkan kemelut di depan gawang. Fabinho akhirnya mampu mengkeksuki bola liar tersebut dan menjadi gol kedua untuk Liverpool.
Gol ketiga Liverpool kembali tercipta di akhir pertandingan. Memasuki menit 90+2, Sadio Mane mampu mengukuhkan kemenangan mereka dengan meyakinkan.
Sayangnya, dipertandingan dengan tempo tinggi sejak awal pertandingan hingga bubar tersebut, Harvey Elliot, pemain muda Liverpool harus mengalami cidera parah. Engkel kakinya mengalami dislokasi akibat perebutan bola dengan Sruijk, yang masuk menggantikan Llorente.
Tragedi tersebut terjadi di menit 57. Stuijk menerima kartu merah dan Elliot langsung ditangani tim medis yang segera setelah benturan, berlarian masuk ke dalam lapangan.(tur/bjo)






