Surabaya (beritajatim.com) – Dengan perkiraan populasi kurang dari 10.000 tersisa di dunia dan terus menurun karena hilangnya habitat sesuai World Wildlife Fund (WWF), Panda Merah adalah spesies yang terancam punah. Meskipun namanya sama dengan panda hitam dan putih, panda merah adalah spesies hewan yang sama sekali berbeda yang tumbuh seukuran kucing rumahan.
Namun demikian, tidak seperti kucing rumahan, mereka memiliki ekor besar dan lebat yang mereka gunakan sebagai selimut penutup di habitat pegunungan yang dingin. Mereka memiliki tungkai dan perut hitam. Mereka juga memiliki tanda putih di atas mata kecil mereka dan di sisi kepala. Meskipun ukurannya kecil, panda merah adalah hewan yang sangat terampil dan akrobatik.
Mengapa Panda Merah Terancam Punah?
Bulu kemerahan yang menarik, wajah ekspresif, dan ekor bergaris membuat panda merah menjadi salah satu hewan paling populer di Asia. Popularitas mereka telah membuat mereka ditampilkan dalam kartun sebagai maskot dan mainan. Terlepas dari popularitas mereka, panda merah terancam punah karena beberapa alasan yang meliputi:
Penggundulan hutan
Seperti semua hewan liar yang terancam punah, hilangnya habitat adalah salah satu alasan mengapa populasi panda merah menurun. Selama beberapa dekade terakhir, hutan Himalaya telah berkurang pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hutan telah mengalami peningkatan operasi penebangan sementara para petani juga mengubah beberapa bagian hutan menjadi lahan pertanian.
Perlu dicatat bahwa bahkan jika hutan ditebang sebagian, itu dapat menyebabkan penurunan populasi panda merah secara besar-besaran. Mengubah sifat hutan juga dapat menyebabkan pemisahan kelompok panda merah yang berbeda yang mengakibatkan perkawinan sedarah. Perkawinan sedarah menyebabkan berkurangnya keragaman genetik yang membuat hewan tidak dapat bertahan hidup di lingkungan alaminya.
Perburuan liar
Perburuan liar adalah alasan utama lain jumlah panda merah menurun dengan cepat di hutan. Meskipun upaya telah dilakukan untuk mengakhiri perburuan, tindakan tersebut masih merajalela karena penduduk asli di daerah tersebut percaya pada beberapa mitos tradisional tentang panda merah yang membuat mereka sangat diminati. (rad/tur)






