Surabaya (beritajatim.com) – Pada masa kejayaan Setan Merah di bawah asuhan manajer legendaris, Sir Alex Ferguson penggemar tidak akan melupakan jasa duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Kedua bek itu ibarat tembok kokoh yang sulit ditembus pihak lawan, mereka secara kompak mengamankan jantung pertahanan Manchester United dari kebobolan.
Kisah ikonik keduanya diawali dari dari kedatangan Rio Ferdinand ke Old Trafford di musim 2002/03. Ferdinand ditebus dengan mahar 30 juta pounds dari Leeds, Rio jadi pemain termahal Premier League kala itu.
Berselang 4 tahun, Nemanja Vidić menyusul ke Old Trafford dari Spartak Moscow. Sebenarnya, waktu itu Fiorentina sudah membayar release clause Vidić, namun karena kurang slot pemain non-Eropa pemain itupun malah jatuh ke tangan MU. Pada awal kedatangan Vidic, Rio Ferdinand jadi pemain yang meragukan kemampuan Vidic.
Memang saat kedatangan Vidić ia tidak bisa banyak tampil mengawal lini pertahanan lantaran harus beradaptasi dengan iklim permainan di Premier League. Musim pertama, dilalui Vidić hanya dengan kesempatan bermain sebanyak 14 kali.
Duet Rio-Vidic mulai terbentuk pada musim 2006/07. Mereka sukses mengawal jantung pertahanan MU dengan sangat solid, dan cuma kebobolan 27 gol. Musim berikutnya mereka lebih fantastis lagi, Rio – Vidic jadi duel pemain yang tampil terbanyak dengan 41 caps. Berkat keuletan Sir Alex Ferguson, Rio – Vidic menjaga gawang MU dari kebobolan dengan hanya 22 gol di Liga Inggris. Pada liga Champion, MU tampil gacor hingga akhirnya jadi juara. Berkat jasa kedua bek legendaris itu, gawang MU kebobolan 6 gol dalam 13 laga UCL.
Pemain asal Inggris Rio Ferdinand dan Nemanja Vidić yang asli Serbia punya tipe bertahan yang sangat berbeda. Tapi, justru perbedaan itu yang membuat mereka saling melengkapi.
Ferdinand dengan tipe bek yang elegan dan handal untuk mengalirkan bola ke lini tengah. Sementara, Vidić merupakan besi yang melambangkan seorang pejuang di lapangan. Ditopang fisik luar biasa, Vidić jadi bek agresif yang tidak punya keraguan sedikitpun untuk melancarkan tackle dengan timing yang pas. Selain itu, persahabatan keduanya juga terjadi di luar lapangan, jadi kunci sukses hubungan kuat ini.
Dilansir dari mirror.co.uk pada tahun 2019 dalam sebuah wawancara Nemanja Vidić mengaku jika antara dirinya dan Ferdinand sudah saling memahami satu sama lain. “Kita selalu berusaha untuk memahami satu sama lain, dan itu adalah yang penting. Bagi seorang bek, hal terpenting yaitu komunikasi dan saling memahami. Di posisi ini, kita sangat bergantung satu sama lain. Penyerang mungkin tidak terlalu bergantung pada teman duet, tapi bagi seorang bek, itu harus terjadi,” terang pria yang pensiun di usia 39 tahun tersebut.
Kebersamaan Rio-Vidić pun harus berakhir seiring berjalannya waktu. Inkonsistensi penampilan, cedera yang mendera, juga kemunculan talenta muda berbakat membuat mereka jarang tampil bersama. Tahun 2014, Vidić pun resmi pergi dari Old Trafford ke Inter Milan. Ferdinand pun menyusul kepergian Vidic, ia pindah ke Queens Park Rangers.
Setelah 755 penampilan dan 15 gelar, United harus ucapkan salam perpisahan pada sepasang legenda yang setia memberi rasa aman pada pengawal mistar gawang. Hingga kini, penampilan kedua boleh disebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah Liga Inggris, dan akan selalu dirindukan penggemar. [dan/esd]






