Surabaya (beritajatim.com) – Di dalam tubuh kita mengalami proses yang beragam dari pernapasan, reproduksi dan pencernaan. Salah satu bagian proses pencernaan adalah buang air kecil. Beberapa diantara kita mungkin pernah mengalami hal kurang mengenakkan ini yaitu, sering bolak-balik kamar mandi.
Buang air kecil merupakan proses yang terjadi pada tubuh secara alami dengan tujuan membuang kelebihan cairan, racun, dan sisa metabolisme tubuh. Mungkin akan terasa aneh jika ini terjadi secara terus-menerus. Normalnya, manusia buang air kecil sekitar 6-8 kali sehari. Tapi bisa bertambah jika terlalu banyak minum air putih atau minuman yang mengandung kafein seperti, teh dan kopi.
Sedangkan dari segi makanan yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah makanan asam, makanan pedas, cokelat, dan makanan yang terlalu asin atau tinggi garam. Namun, jika ditelusuri secara lebih detail, maka ada beberapa faktor yang menyebabkan buang air kecil terus-menerus.
Terjadi Infeksi pada Saluran Kemih
Terkadang kita merasa ini hal sepele, namun saat mengalami buang air kecil bisa jadi karena adanya infeksi pada saluran kemih. Masalah ini biasanya dialami oleh wanita, tapi tidak menutup kemungkinan jika pria bisa mengalaminya.
Perasaan yang dialami adalah rasa ingin buang air kecil secara terus-menerus atau berlebihan. Bukan tiba-tiba terjadi, tapi infeksi saluran kemih memiliki gejala lain, seperti nyeri atau perih saat buang air kecil, kencing perih, sakit perut, kencing berdarah, dan demam.
Proses pada Kandung kemih terlalu aktif
Biasanya istilah ini disebut dengan overactive bladder (OAB). Kondisi yang dialami adalah penderita sering buang air kecil terus-menerus. Namun, umumnya kondisi terjadi dengan gejala keinginan buang air besar yang tidak tertahankan.
Namun ketika dilihat dari segi lain,kandung kemih yang terlalu aktif dapat disebabkan oleh gangguan otot atau saraf pada saluran dan kandung kemih karena cedera atau penyakit, seperti diabetes dan stroke. Bukan hanya itu, OAB dapat terjadi karena kelebihan berat badan sehingga kandung kemih tertekan.Terkhusus wanita, penurunan hormon estrogen dapat terjadi karena kandung kemih yang terlalu aktif sehingga menyebabkan sering buang air kecil saat menopause.
Sedang Mengalami Masa Stres
Sesuatu yang terjadi di bawah alam sadar, saat kita mengalami stress maka terjadi peningkatan jumlah hormon yang membuat sistem sarafnya terganggu. Parahnya ini ternyata berdampak pada gangguan proses berkemih. (prd/tur)






