Jombang (beritajatim.com) – Seorang pria berbadan kekar mendadak memasuki aula di Balai Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur. Dia mengenakan kaus ketat bergaris-garis, celana jins, bersepatu, serta rambut berkuncir.
Dia datang dengan marah-marah. Tentu saja, sejumlah perangkat desa serta Kades (Kepala Desa) Catakgayam Sugeng Samsuri terkaget-kaget. Jari telunjuk pria berusia 50 tahun ini langsung menunjuk ke Kades. Dia menagih hadiah lomba yang digelar tiga tahun lalu. Pria ini menyebut ‘lomba Jokowi’.
Kades Sugeng kebingungan. Begitu juga dengan perangkat. Karena Pemerintah Desa (Pemdes) tidak pernah menggelar lomba yang dimaksud. Pria bertubuh kekar ini tetap bersikeras menagih hadiah. Dia bergerak mendekati Kades. Merasa terancam, Sugeng Samsuri mundur menjaga jarak.
Namun pria ini terus memburu. Bahkan dia berbuat lebih nekat, melayangkan pukulan dan tendangan ke Kades Catakgayam. Tentu saja, sejumlah perangkat desa perempuan di balai desa berteriak-teriak. Situasi agak mereda. Ada dialog antara pria berkaus ketat dengan perangkat desa.
Namun sejurus kemudian, pria ini kembali memburu Kades. Dia menyerang dengan pukulan dan tendangan. Kali ini cukup telak hingga Sugeng Samsuri ambruk di atas lantai. Seorang pria berkaus putih yang ada di balai desa itu melerai. Kades meninggalkan ruang balai desa, bersembunyi di ruangan kerjanya.
Dengan ngomel-ngomel tak karuan, pria berkuncir ini kembali memburu Kades Catakgayam. Para perangkat desa mengikutinya. Walhasil, pria tersebut tak bisa menemukan keberadaan kades. Karena ruangan kerja Kades tertutup rapat. Di depan ruangan tersebut, pria tersebut masih ngomel menagih janji lomba yang digelar tiga tahun lalu, lalu meninggalan lokasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”penganiayaan”]
Itulah video berdurasi 2.50 yang viral di media sosial (medsos). Menyebar secara berantai dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Banyak yang geregetan melihat aksi sok jagon pria berambut kuncir itu. Lantas bagaimana tanggapan Kades Catakgayam Sugeng Samsuri?
“Benar. Rekaman video itu terjadi di Balai Desa Catakgayam pada Senin (30/8/2021). Pria di videa yang menendang saya itu bernama Jamis Teguh (50). Dia menagih hadiah lomba. Dia marah, lalu menendang saya,” kata Kades Sugeng Samsuri ketika dikonfirmasi, Kamis (2/9/2021).
Namun demikian, Sugeng tidak paham apa yang dimaksud oleh Jamis. Karena Pemdes Catakgayam tidak pernah menggelar perlombaan yang oleh Jamis disebut lomba Jokowi. Dia kemudian mengungkapkan bahwa selama ini Jamis mengalami gangguan kejiwaan atau PDGJ (orang dengan gangguan kejiwaan).
Kapolsek Mojowarno AKP Yogas membenarkan telah mendapatkan laporkan kasus yang melibatkan ODGJ tersebut. Yogas juga sudah melakukan penelusuran terkait sosok Jamis. Dari situ diketahui bahwa pria gempal tersebut pernah mengikuti kontestasi Pilkades Catakgayam pada 2017. Jamis kalah dalam pemilihan. Nah, sejak itu, Jamis mengalami goncangan. Dia depresi.
Yogas juga menyebut, apa yang dilakukan Jamis bukan kali pertama. Karena beberapa waktu sebelumnya dia juga berulah. Yakni mengamuk, lalu memecahkan kaca balai desa. “Jadi pelaku ini ODGJ. Namun demikian, kalau masih meresahkan, yang bersangkutan akan kita kirim ke RSJ (Rumah Sakit Jiwa). Tapi semuanya masih dibicarakan dengan tiga pilar,” ujar Yogas. [suf]







