Surabaya (beritajatim.com) – Ketika kita mengkonsumsi makanan, akan ada lebih dari 30 otot yang membantu kita untuk mengunyah dan menelan makanan tersebut.
Setelah kita selesai mengunyah makanan, makanan kemudian akan diarahkan ke dekat 2 saluran, yaitu esofagus dan trakea. Pada proses pencernaan, makanan seharusnya masuk ke esofagus untuk kemudian dilanjutkan ke proses pencernaan berikutnya di lambung.
Biasanya pada saat proses transfer makanan dari mulut ke esofagus terjadi, trakea akan tertutup.
Akan tetapi, terkadang tubuh kita juga melakukan kesalahan dengan mengirimkan makanan yang harusnya ke esofagus malah terkirim ke trakea yang akan menyebabkan kita merasa tidak nyaman. Hal tersebut dapat terjadi karena pada saat kita makan, kita tidak sepenuhnya menahan napas kita sehingga ada peluang makanan masuk ke trakea.
Peristiwa masuknya makanan ke trakea ini juga dikenal sebagai aspirasi yang dapat memicu adrenalin dalam tubuh dan menyebabkan batuk dan rasa tidak nyaman. Mengeluarkan makanan dari trakea biasanya akan mengurangi batuk dan rasa tidak nyaman yang timbul. Akan tetapi, jika makanan benar-benar terjebak dalam trakea, peristiwa inilah yang biasa kita sebut dengan tersedak.
Fenomena tersedak biasanya lebih sering terjadi dengan minuman atau makanan cair. Seteguk air yang kita minum dapat dengan mudah memicu terjadinya batuk. Hal tersebut terjadi karena cairan bergerak lebih cepat sehingga tubuh terkadang terlambat untuk bereaksi.
Dalam beberapa kasus yang ekstrem, makanan atau minuman yang masuk ke “saluran yang salah” dapat berakhir masuk ke paru-paru dan menyebabkan terjadinya pneumonia.
Untungnya, hal tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi. Biasanya ketika kita batuk, makanan atau minuman yang salah masuk ke trakea akan berpindah ke esofagus.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir peluang kita tersedak? Salah satu cara terbaik untuk mencegah agar kita tidak tersedak pada saat kita makan adalah dengan tidak berbicara pada saat kita sedang makan.
Kita juga bisa mengunyah makanan yang kita konsumsi sebaik mungkin untuk mempermudah proses menelan dan meminimalisir terjebaknya makanan di trakea ketika terjadi suatu kesalahan. [dwp/bjo]






