Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan kondisi masa depan pariwisata. Menurut dia, untuk keluar negeri akan masih sulit, sebab antarnegara perbatasannya masih dijaga ketat.
“Orang malas juga traveling dikarantina tiga sampai lima hari, baru boleh pulang. Maka wisatawan akan mencari destinasi di dalam negeri. Nah, inilah peluang yang harus kita ambil,” jelasnya.
Emil memperkirakan orang yang selama ini keluar negeri akan mencari destinasi dalam negeri seperti apa. Sebagaimana yang menjadi primadona masih Pulau Bali. Namun ia mendorong kesempatan menambah destinasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemprov-jatim”]
“Nah ini kan di Palembang, harus dicari misalnya makanan dan sungainya yang enak. Kalau misalnya pempek bisa menjadi daya tarik, apa sih bedanya makan pempek di Jakarta atau di Palembang. Nah ini yang harus dicari gimmick ini, bagaimana suasana kulinernya terasa beda,” tuturnya secara virtual di depan mahasiswa Poltekpar Palembang, Jumat, (27/8/2021).
Selain itu, orang nomor dua di Jatim itu meminta agar mempromosikan pariwisata lokal dengan bahasa daerah, serta melibatkan influencer lokal.
“Kalau dulu orang beriklan dengan bahasa inggris tapi kalau sekarang coba beriklan dengan bahasa daerah, siapa tahu ada minat baru. Termasuk mengajak influncer lokal. Mereka bisa digandeng untuk promosi pangsa pasar di sana mengenai pariwisata,” ujarnya.
Mantan Bupati Trenggalek tersebut menyampaikan strategi Pemprov Jatim untuk sektor pariwisata ke depan. “Jadi kita ingin mendorong CHSE. Wisata sehat, wisata bersih, dan wisata aman. Ini kita perkuat di setiap destinasi pariwisata,” ungkapnya.
Emil juga berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata untuk mendorong vaksinasi bagi pelaku pariwisata, agar akselerasinya dipercepat. Sehingga, pariwisata bisa segera pulih. (tok/kun)






