Surabaya (beritajatim.com) – Prof.Dr. Suharto, dr.,M.Sc.,MPdK.,DTM&H.,Sp.PD,K-PTI.FINASIM, Guru Besar Departemen/KSM Ilmu Penyakit Dalam FK Unair/ RSUD Dr. Soetomo wafat karena Covid-19, Rabu (25/8/2021).
Prof Suharto meninggal dunia di Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI) Unair. Ia wafat meninggalkan istri tercinta, Titie Hidayati dan empat putri.
Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak, menuturkan, berpulangnya Prof.Dr. Suharto adalah duka mendalam bagi Universitas Airlangga. Wafatnya Prof Suharto menambah daftar staf di lingkungan Unair yang gugur selama pandemi Covid-19.
“Selama dua tahun ini, kita telah kehilangan hampir enam puluh staf di lingkungan Unair, dan sebagian besar adalah staf dengan pendidikan yang luar biasa, para guru besar kami, tentu ini menjadi duka mendalam bagi Unair,” terangnya dalam meberikan sambutan via daring pada acara Penghormatan Terakhir di Aula FK Unair.
Di Lingkungan FK Unair sendiri, Prof Suharto adalah satu diantara tujuh guru besar yang gugur terpapar Covid-19.
Dekan FK Unair. Prof. Dr. dr. Budi Santoso,Sp.OG(K) menuturkan, Prof Suharto merupakan salah satu pelopor berdirinya Rumah Sakit Khusus Infeksi(RSKI) Unair. Semasa masa pengabdiannya, ia juga menjadi internis di rumah sakit tersebut. Maka sebagai bentuk balas jasa, ia dirawat intensif di RSKI, meski takdir berkehendak lain.
“Selain mendapatkan penghormatan terakhir di FK Unair beliau terlebih dahulu juga mendapatkan penghormatan terakhir di RSKI,” terangnya.
Prof Suharto lulus dokter umum dari FK Unair di Tahun 1973. Ia kemudian lanjut mengambil Studi Spesialis Penyakit Dalam di institusi yang sama dan lulus pada Tahun 1979. Ia juga lulus dan mendapatkan gelar S2 dari Mahidol University, Thailand Tahun 1989. Kemudian di Tahun 1999 mendapatkan gelar konsultan dan lulus jenjang doktor di tahun yang sama.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unair”]
Prof Suharto memulai pengabdiannya di FK Unair sejak Tahun 1974. Di Tahun 2001 hingga 2009 sempat menjabat sebagai Kepala Devisi Penyakit Tropis Infeksi Departemen/SMF Ilmu Penyakit Dalam. Di Tahun 2002 hingga 2007 pernah menjabat sebagai Wakil Dekan 1 FK Unair dan diangkat menjadi guru besar di Tahun 2005.
Profesor yang gugur di usia 74 tahun ini juga sempat menjabat sebagai Ketua Program Studi D3 Batra FK Unair Tahun 2006-2009, Anggota Tim Penilai Pusat Angka Kredit Jabatan Fungsional Dosen Depdiknas Tahun 2007 hingga 2010 dan diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan hak pensiun di Tahun 2017. [adg/but]







