Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang bersama TNI dan Polri secara berangsur memindahkan pasien isolasi mandiri (isoman) untuk menjalani isolasi terpusat (isoter). Pemindahan dilakukan sejak 17 Agustus 2021 dengan target rampung dalam 2 pekan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif yakin target 2 pekan bisa terlampaui. Saat ini sudah hampir separuh pasien isoman sudah berada di isoter. Data yang ada tinggal 300an pasien Covid-19 yang masih jalani isoman.
“Kita berusaha (target dua pekan). Sampai kemarin masih ada sekitar 300an pasien yang masih isoman dan segera kita pindahkan bertahap menuju isoter, yang sudah dipindah 240 pasien,” kata Husnul, Senin, (23/8/2021).
Husnul mengatakan, proses pemindahan dipantau langsung oleh Puskesmas dan personel TNI/Polri di lapangan. Mereka juga terus menerus melakukan edukasi agar tidak ada penolakan pemindahan ke isoter. Sebab, pasien yang ada di isoter lebih mudah dipantau tim medis.
“Kita juga terus memberikan edukasi pentingnya isolasi terpusat itu. Jadi tetap kita informasikan kenapa harus berada di isoter. Sehingga nanti masyarakat sudah tahu dan mengerti,” imbuh Husnul.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Husnul menyebut, sampai sejauh ini pemindahan pasien isoman di Kota Malang berjalan lancar. Mereka lebih mengedepankan humanis agar mudah diterima oleh pasien dan keluarga.
“Kalau ada yang bertanya alasan pemindahan kita jelaskan. Allhamdulilah semua bisa menerima,” tandasnya. (luc/ted)






