Magetan (beritajatim.com) – Harga telur ayam ras di Magetan mengalami penurunan. Total harga turun sampai Rp 3 ribu. Atas kondisi tersebut, peternak lantas ‘menjerit. Harga pakan terlalu tinggi.
Salah seorang peternak ayam ras, Soni Suwarno (49), warga Desa Cepoko, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan mengeluhkan harga telur yang terus turun dalam seminggu ini. Dari harga normal yakni Rp 19 ribu per kilogram, kini tinggal Rp 16 ribu per kilogram.
[berita-terkait number=”5″ tag=”peternak”]
“Turunnya bertahap sampai sentuh harga Rp 16 ribu. Kami pedagang kebingungan karena permintaan dari masyarakat yang menurun. Sehingga, harga anjlok,” terang Soni saat ditemui di peternakannya di Jalan Raya Cepoko, Minggu (22/8/2021)
Saking mahalnya harga pakan, dia lantas menjual motor Yamaha NMax untuk menopang keuangan agar peternakannya masih bisa berjalan. Dia mengungkapkan setidaknya sehari perlu uang Rp 400 ribu untuk operasional peternakan, termasuk dengan pakan 8.000 ekor ayam yang dia pelihara.
“Kalau harga seperti ini terus kami bisa kolaps. Saat ini saja, dari 50 peternak yang ada di desa kami sudah ada yang gulung tikar. Kami harus menyikapinya bagaimana?” katanya.
Dia mengharap pemerintah hadir untuk memberikan solusi pada para peternak. Toh, dulu sempat membeli beberapa kuintal telur dari pedagang untuk asupan gizi bagi nakes dan Satgas Penanganan Covid-19 di Magetan pada 2020. “Kami harap, telur hasil produksi kami bisa dibeli. Agar kami bisa bertahan,” kata Soni. [fiq/suf]






