Surabaya (beritajatim.com) – Setelah bertemu dalam laga uji coba yang pertama di Stadion Surajaya Lamongan beberapa waktu lalu. Kali ini, Persela Lamongan harus kembali berhadapan dengan Persebaya dalam laga uji coba kedua yang bertempat di Lapangan Mapolda Jatim, pada Jumat (20/8/2021).
Dalam kesempatan kedua tersebut, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini harus tunduk untuk kedua kalinya. Hal itu lantaran dalam laga uji coba kali ini, Persela dipaksa harus menyerah dan mengakui keperkasaan tim yang diasuh oleh Aji Santoso dengan skor 1-3.
Saat babak pertama, mulanya Persela lebih dulu unggul melalui titik penalti yang dieksekusi oleh pemain asingnya, Ivan Carlos. Selanjutnya saat memasuki babak kedua, Persebaya mulai menunjukkan pola permainan kelas atasnya, hingga mampu membombardir lini pertahanan Persela.
Terbukti, 3 gol berhasil disarangkan oleh tim Bajul Ijo ke gawang Persela pada babak kedua. Diketahui, 3 gol tersebut masing-masing terdiri dari dua gol yang diciptakan oleh Johan Yoga, dan satu gol lainnya dari Bruno Moreira.
Sehubungan dengan hal ini, Pelatih Persela, Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa skuadnya telah mendapatkan pelajaran berharga meski harus menelan pil pahit kekalahan pada laga uji coba tersebut.
“Pemain-pemain kita masih suka melakukan kesalahan yang mendasar, padahal di sepak bola itu sebenarnya tidak boleh terjadi, apalagi di top level. karena satu kesalahan saja itu sangat berpotensi menjadi gol,” ungkap Iwan, usai laga kontra Persebaya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persela-lamongan”]
Tak hanya itu, juru taktik Persela tersebut juga menuturkan, bahwa pada laga melawan Persebaya ini, performa dan penampilan anak asuhnya nampak mengalami penurunan di babak kedua.
Menurut Iwan, hal itu cukup disayangkan, pasalnya saat babak pertama berlangsung, Persela memainkan orkestra yang cukup bagus dan mampu mengimbangi Tim Kota Pahlawan.
“Sebenarnya tadi ada harapan dari kita, bahwa ternyata kita mampu untuk mengimbangi Persebaya, di mana kita tahu Persebaya adalah salah satu tim terbaik. Tinggal kuncinya, bagaimana mereka (pemain Persela) bisa terus disiplin seperti babak pertama, selama 90 menit penuh,” tandasnya.[riq/ted]






