Surabaya (beritajatim.com) – Demensia atau biasa disebut dengan pikun, tidak hanya menyerang orang lanjut usia (lansia) saja namun juga dapat menyerang anak muda. Sebelum menyesal, lakukan beberapa langkah berikut untuk mencegah demensia.
Mengutip Alzheimer’s association, Kamis (19/8/2021) demensia adalah istilah umum untuk menyebut gangguan yang mengakibatkan hilangnya memori, bahasa, pemecahan masalah dan kemampuan berpikir lainnya yang cukup parah bahkan mengganggu kehidupan sehari-hari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dampak-psikologi”]
Demensia kebanyakan menyerang lansia, namun juga bisa menyerang kaum millenial. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mencegah pikun di usia muda:
Menjaga Pikiran Tetap Aktif
Melansir lama Mayoclinic, Kamis (19/8/2021) berbagai aktivitas yang dapat merangsang mental, seperti membaca, memecahkan teka-teki, bermain permainan kata, serta pelatihan memori dapat menunda timbulnya demensia dan mengurangi efeknya.
Aktif Secara Fisik dan Sosial
Kegiatan fisik atau interaksi sosial dapat mencegah terjadinya demensia. Setidaknya lakukan kegiatan fisik selama 150 menit dalam seminggu.
Mengonsumsi Vitamin
Meminum vitamin secara rutin juga dapat mencegah gejala deminsia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin D yang rendah dalam darah mereka memiliki bibit penyakit alzheimer atau bentuk lain dari demensia. Vitamin D terdapat pada makanan tertentu, suplemen dan paparan sinar matahari. Selain vitamin D, cukupi asupan vitamin B kompleks dan vitamin C setiap hari juga.
Perhatikan Pola Makan
Memperhatikan pola makan juga menekan gejala demensia. Lakukan diet dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan asam lemak omega 3, yang umumnya ditemukan pada ikan dan kacang-kacangan tertentu. Hal tersebut dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan risiko Anda terkena demensia. Jenis diet ini juga meningkatkan kesehatan kardiovaskular, yang dapat membantu menurunkan risiko demensia.
Istirahat yang Cukup
Selain beberapa metode diatas, istirahat yang cukup juga dibutuhkan untuk mencegah gejala demensia. Jika mengalami kesulitan tidur, jangan langsung mengonsumsi obat tidur, namun pergilah ke dokter untuk membantu menangani permasalahan Anda lebih lanjut. Mengonsumsi obat tidur hanya dapat bertahan sebentar, efek sampingnya justru membuat Anda ketergantungan. [rsf/bjo]






