Surabaya (beritajatim.com) – Hardcore menjadi salah satu genre musik di dalam skena musik underground dengan banyak penggemar serta memiliki banyak sub-genre. Selama ini orang awam menganggap jika hardcore meliputi segala jenis musik underground mulai metal, heavy metal hingga death metal. Namun sebenarnya semua anggapan yang banyak dipikirkan oleh orang awam bisa dikatakan salah besar.
Hardcore memiliki banyak sub-genre mulai dari hardcore punk, oldschool hardcore, newschool hardcore, melodic/modern hardcore, dan youth crew. Untuk youth crew sendiri menjadi hal yang menarik sebagai salah satu sub-genre hardcore. Mulai diperkenalkan didalam skena musik New York Hardcore pada akhir tahun 80-an, sub-genre ini memiliki cara pandang berbeda dengan sub-genre lain.
Kebanyakan band youth crew memiliki perilaku hidup sehat. Mereka sangat menjauhi konsumi obat-obatan, narkoba, dan alkohol. Sebaliknya, mayoritas dari mereka adalah vegetarian atau vegan, yakni orang-orang yang tidak memakan daging, namun lebih memilih konsumsi sayur dan buah-buahan. Pandangan ini hadir saat sebagian dari mereka menyadari jika obat, narkoba, dan alkholoh adalah hal buruk yang mampu merusak hidup lebih cepat meski mereka sadar berada didalam skena musik underground.
Hal lain yang membedakan sub-genre youth crew adalah dari gaya mode berpakaian tiap personil band nya. Pada tahun 1988, kebanyakan penggemar musik hardcore memiliki stereotip gaya berpakaian ala kalangan skinhead. Namun tidak dengan penganut sub-genre youth crew. Mereka memilih gaya berpaiakan yang lebih konvensional, memadukan tampilan sporty ala atlet olahraga. Jaket hoodie, kaos t-shirt bergambar band mereka masing-masing, dipadu dengan shortpants serta sneakers olahraga macam adidas, nike dan lain sebagiannya menjadi representasi dari banyak band sub-genre youth crew. Tampilan ini berhasil mendobrak popularitas sub-genre youth crew.
Tahun 1988 sendiri menjadi tahun-tahun kelam didalam skena musik New York Hardcore. Di tahun itu, banyak acara gigs dilarang di banyak klub atas segala kekerasan yang terjadi selama berlangsungnya gigs hardcore. Di sisi lain, beberapa band hardcore yang memiliki tattoo berlambang angka 88 dilarang untuk tampil karena dianggap tattoo itu berhubungan dengan gerakan Neo-Nazi. Beberapa band sub-genre youth crew yang dikenal luas adalah Gorilla Biscuits, Youth Of Today, serta Judge. (adn/bj0)






