Magetan (beritajatim.com) – Siapa tak kenal Petirtaan Dewi Sri. Konon airnya bisa jadi obat mujarab bahkan dipercaya membawa keberkahan-keberkahan bagi yang meminum atau menggunakannya untuk membasuh badan. Mitos-mitos terkenal itu membuat Sumiran sang Juru Pelihara pandai-pandai menjaga situs peninggalan abad ke-9 itu.
Warga Desa SImbatan, Kecamatan Nguntoronadi itu sudah lebih dari 15 tahun jadi juru pelihara. Tugasnya pun cukup berat. Bukan hanya nguri-nguri sejarah Simbatan, tapi juga termasuk menjaga cagar budaya itu dari niat-niat orang yang tidak baik. Meski dia percaya tak ada tujuan orang yang ke Sendang Beji dengan memiliki niat merusak.
‘’Kebanyakan yang datang kemari pasti mendapat petunjuk terlebih dulu lewat mimpi,’’ katanya.

Dia mencontohkan salah seorang dari Malang yang kebetulan memiliki gangguang penglihatan. Setelah mendapatkan petunjuk lewat mimpi, dia datang ke Simbatan untuk mencari petirtaan Dewi Sri.
“Dan kemudian menggunakan air itu untuk obat. Dan tak lama penglihatannya berangsur membaik. Percaya atau tidak percaya silakan, tapi kenyataannya begitu,’’ katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-magetan”]
Dan banyak lagi mitos-mitos yang beredar di luar Magetan. Dan sudah jadi tugasnya untuk tetap mengantisipasi adanya niat-niat buruk yang bisa saja merusak cagar budaya berangka tahun 837 Saka itu. Meski begitu, dia tetap mempersilakan siapa saja masuk.
‘’Kami layani, utamanya bagi ornag-orang yang ingin tahu sejarah Pertirtaan ini, dan untuk ritual juga tetap diawasi,’’ katanya. [fiq/but]






