Banyuwangi (beritajatim.com) – Banyuwangi terus melakukan percepatan vaksinasi di daerahnya. Terbaru, pemkab setempat telah membuka pendaftaran bagi relawan untuk membantu proses vaksinasi.
Total dibuka rekrutmen untuk 130 orang tenaga kesehatan. Para relawan ini tugasnya membantu percepatan vaksinasi di Puskesmas-Puskesmas.
“Tambahan relawan tenaga kesehatan untuk percepatan vaksinasi ini nantinya akan door to door vaksinasi maupun di Puskesmas,” jelas Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (13/8/2021).
Bahkan, kata Ipuk, Banyuwangi juga terus mengonsolidasikan jaringan pemerintahan desa untuk penanganan pandemi Covid-19. Di antaranya dengan menyiapkan relawan medis dan non-medis penanganan Covid-19 tingkat desa. Berbagai elemen terutama anak-anak muda dari berbagai latar belakang pendidikan di desa-desa dilibatkan dalam upaya penanganan covid 19 di daerah.
“Desa mempunyai peran yang sangat sentral.Selama ini desa juga telah bergerak dalam penanganan pandemi. Mari kita siapkan relawan yang mengawal pengendalian covid-19,” ujarnya.
Menurut Ipuk, hal itu menjadi bagian penting dalam gerakan penanganan Covid 19 di daerahnya. “Ayo bangkitkan semangat warga, ini situasi yang sulit, tapi kalau semua penuh semangat bergotong royong, Insya Allah kita bisa melewatinya dengan baik,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksinasi-banyuwangi”]
Ipuk mengatakan, relawan tingkat desa bisa memerankan banyak hal, di antaranya edukasi protokol kesehatan, membantu vaksinasi, membantu tracing, pemulasaran jenazah, dan sebagainya.
“Seperti sarjana komunikasi, pendidikan, pertanian, dan lainnya yang baru lulus segera libatkan. Perawat atau bidan yang belum bekerja atau melakukan praktik mandiri segera ajak gotong royong,” kata Ipuk.
Data per 11 Agustus 2021, sebanyak 476.473 warga Banyuwangi telah divaksin dosis pertama, dan terus berlanjut termasuk untuk dosis dua. Angka tersebut setara 35,5 persen dari total sasaran awal 1,34 juta jiwa warga di Banyuwangi. Capaian persentase Banyuwangi merupakan yang tertinggi kedua di Jawa Timur untuk tingkat kabupaten.
“Maka pengendalian ini adalah tanggung jawab bersama, tidak bisa hanya berpangku tangan pada pemerintah dan tenaga kesehatan saja. Penanganan dari hulu dan hilir harus kita lakukan serentak agar aktivitas ekonomi dan sosial kita bisa segera pulih,” kata Ipuk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banyuwangi”]
Selain pembentukan relawan tingkat desa, pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, Ipuk mengintruksikan untuk melibatkan berbagai pilar sosial yang ada, seperti Tagana, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan pendamping PKH.
“Kami berharap mereka juga bisa turun aktif mendukung penanganan covid-19. Nanti kami data siapa saja di antara mereka yang siap menjadi relawan. Demikian juga penyuluh agama dilibatkan untuk kampanye prokes di desa-desa,” kata bupati perempuan tersebut. (rin/ted)






