Banyuwangi (beritajatim.com) – Program Pengembangan Kewirausahaan Universitas 17 Agustus 1945 (untag) Banyuwangi membuat sebuah event kewirausahaan yaitu Program Pengembangan Kewirausahaan Batch 3. Program yang dilaksanakan atas kerjasama Untag Banyuwangi bersama Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional.
“Wirausaha merupakan softskill yang sangat penting bagi kehidupan, pasalnya berwirausaha dapat dimulai kapan saja, pun saat menjadi mahasiswa,” ungkap salah satu pengelola PPK Untag Banyuwangi Dr. Herdiana Dyah Susanti, M.T, Selasa (9/8/2021).
Acara ini terbuka bagi seluruh mahasiswa Untag Banyuwangi. Pelaksanaannya mulai bulan Juni hingga Desember 2021bertahap secara online.
[berita-terkait number=”5″ tag=”untag”]
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan langsung orang-orang yang terjun dalam wirausaha di usia muda sehingga dapat dijadikan sebagai role model mahasiswa dan alumni Untag Banyuwangi yang tergabung dalam program PPK 2021,” kata Dr. Herdiana.
Selain pelatihan dalam bentuk seminar, Dr. Herdiana menjelaskan adanya kegiatan kompetisi bisnis dengan beragam manfaat yang diberikan. Di antaranya, mulai dari coaching, fasilitasi branding, merk, dan ngobrol bisnis.
“Harapannya semua rangkaian ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh peserta sehingga mempunyai dampak positif pada bisnis yang dijalankannya, jadi para mahasiswa bisa membuka usaha sendiri tanpa harus lulus dulu,” jelasnya.
Harapannya, mahasiswa Untag Banyuwangi dapat menjadi pengusaha muda yang dapat memajukan ekonomi bangsa dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lainnya.
Acara juga dirangkai dengan penyampaian materi pertama oleh Narasumber Pemateri. Salah satunya adalah Didik Indra Pratama owner CEO Yukbanyuwangi – PT. Pratama Wisata Lintasnusa yang juga alumni Untag Banyuwangi.
Yukbanyuwangi merupakan usaha jasa Biro Perjalanan Wisata (BPW) terbaik di Jawa Timur versi East Java Tourism Award 2020 yang memberikan beragam layanan jasa pariwisata di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya.
Didik memulai usaha saat masih menjadi mahasiswa tepatnya pada semester empat, di tahun 2015. Didik mencoba mencari peluang dari adanya wisatawan yang akan berkunjungan di Banyuwangi.
“Bermula dari itu dengan semangat kemandirian berhasil memulai dan kini dapat mengembangkan unit bisnis wisatanya dalam berbagai sektor pendukungnya,” kisah Didik.
Acara ini berjalan dengan baik dan tertib. Sejumlah peserta sangat termotivasi dengan penyampaian pengalaman para materi dalam memulai usahanya. Dengan ini, sehingga mahasiswa tidak akan takut untuk memulai langkah awal dalam berwirausaha. (rin/kun)






