Sumenep (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mempercepat penyaluran bantuan sosial (Bansos) berupa beras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah kecamatan kepulauan kabupaten setempat.
Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah menjelaskan, untuk penyaluran bansos memang mendahulukan ke kecamatan di wilayah kepulauan sebagai upaya antisipasi terjadinya cuaca buruk, mengingat biasanya pada bulan Juli – Agustus terjadi angin kencang dan ombak tinggi.
“Pengiriman bansos beras ke pulau menggunakan transportasi jalur laut. Karena itu kami mempercepat distribusi ke kepulauan, mumpung cuaca masih bersahabat. Apabila nanti terjadi cuaca buruk, maka biasanya tidak ada kapal yang beroperasi. Kalau sudah seperti itu, bisa menyebabkan keterlambatan pendistribusian bansos,” ujarnya, Kamis (29/7/2021).
Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 9 kecamatan diantaranya merupakan kecamatan kepulauan. Bantuan sosial berupa beras yang disalurkan bagi masyarakat terdampak PPKM sebanyak 1.020 ton itu untuk 102.013 KPM yang ada di kecamatan daratan maupun kepulauan.
Untuk mencegah kerumunan dalam pendistribusian bantuan beras tersebut, maka Pemkab Sumenep menerapkan sistem antar ke setiap KPM di desa. “Semoga bantuan beras 10 kilogram bagi setiap KPM ini tepat sasaran sekaligus bisa mengurangi beban hidup masyarakat terdampak PPKM,” ucap Dewi Khalifah yang karib disapa Nyai Eva.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bansos”]
Sementara salah seorang penerima bansos beras, Sunarti mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak PPKM.
“Alhamdulillah saya mendapat bantuan beras. Ini sangat berarti bagi kami, karena sejak wabah Covid-19, ekonomi kami terasa semakin sulit. Semoga virus corona ini segera pergi dan kehidupan ekonomi kami membaik kembali,” tuturnya. [tem/suf]






