Madiun (beritajatim.com) – Wali Kota Madiun Maidi menyatakan bahwa Kota Madiun berkomitmen dan optimistis untuk dapat naikkan kategori penghargaan Kota Layak Anak tahun depan. Dari kategori Nindya ke Madya. Seiring banyaknya program dan inovasi yang dilakukan pemda setempat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kota Madiun sudah berkomitmen untuk menjadi Kota Layak Anak. Maka, semua kebutuhan hak dasar anak mulai dari masa kandungan, sampai lahir, hingga menjelang dewasa, kami penuhi,” ujar Wali Kota Maidi saat usai Penerimaan Penghargaan Kota Layak Anak tahun 2021 yang digelar secara virtual dan diikuti dari Gedung GCIO Diskominfo Kota Madiun, Kamis (29/7/2021).
Wali Kota Maidi optimistis Kota Madiun tahun depan bisa naik peringkat serta mempertahankan predikat Kota Layak Anak yang telah diraih berturut-turut sejak tahun 2017.
“Evaluasi tetap ada dan akan kami benahi. Tapi, komitmen Kota Madiun sebagai Kota Layak Anak tetap kuat. Kami audah diskusi dengan Bappeda untuk mengurangi reklame rokok,’’ kata dia.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-madiun”]
Meski berisiko mengurangi pendapatan dari sektor reklame, namun pihaknya optimis kalau bisa memaksimalkan kesehatan anak.
‘’Kami ingin kesehatan anak dimulai dari rumah. Kami harap orang tua juga tak merokok di rumah sehingga kesehatan anak bisa lebih baik,’’ kata Maidi.
Wali Kota Maid saat Penerimaan Penghargaan KLA di Gedung GCIO Kota Madiun, Kamis (29/7/2021) (foto: Fatihah Ibnu Fiqri)
Sejumlah inovasi dilakukan Pemkot Madiun untuk mewujudkan Kota Layak Anak antara lain, mengurangi angka stunting dan hamil risiko tinggi melalui program Pendekar Hati.

Kemudian, pemenuhan sarana dan prasarana anak di fasilitas umum, wifi, dan laptop gratis untuk menunjang pembelajaran, hingga edukasi orang tua jadi guru untuk membantu siswa menjalankan sekolah daring.
“Semua taman ada mainan anak. Tempat baca di semua fasilitas termasuk mall. Wifi gratis juga terpasang di 1.750 titik sampai tingkat RT dan pos kamling pun ada,” kata dia.
Juga pihaknya akan menyiapkan gedung tambahan untuk penanganan Covid-19 untuk anak – anak. Dia merencanakan akan ada gedung yang disiapkan untuk perawatan anak yang terken Covid-19. Menurutnya, perawatan penanganan Covid untuk anak tak bisa semudah seperti orang dewasa.
‘’Karena butuh pengawasan orang tua. Terlebih mereka harus pakai hazmat dan menjaga anak mereka bergantian. Sedang kami siapkan,’’katanya. (adv)






