Jakarta (beritajatim.com) – Instagram meluncurkan fitur barunya, Kontrol Konten Sensitif, Selasa (20/7/2021). Lewat fitur ini, user memiliki keleluasaan lebih dalam melakukan kontrol terhadap konten yang dianggap sensisitif.
Sebelumnya, platform social media berbasis visual ini pernah menyinggung isu konten sensitif pada 2017. Saat Kevin Systrom, CEO Instagram, menyatakan jika Instagram akan memburamkan semua konten sensitif. Dua tahun kemudian, Instagram menyatakan jika konten sensitif itu tidak hanya akan diblur, tapi juga dihapus.
Pernyataan ini menyusul munculnya konten-konten bunuh diri dan upaya menyakiti diri sendiri. Saat itu Instagram menyatakan jika mereka akan menghapus konten terkait dari pencarian, tagar, dan rekomendasi.
Kini, isu serupa menguat saat fitur kontrol justru diserahkan pada user. Dalam pernyataan resminya di Facebook Newsroom, lewat fitur ini, user bisa memutuskan seberapa banyak konten sensitif yang muncul.
[berita-terkait number=”4″ tag=”media-sosial”]
Sesuai panduan komunitas yang lebih dulu dipajang di laman webnya, konten sensitif yang dimaksud di sini meliputi kekerasan, baik pada hewan maupun manusia. Kategori lain adalah ujaran kebencian, penindasan, dan konten yang dianggap membahayakan atau memunculkan risiko bagi orang lain.
Untuk menggunakan fitur Kontrol Konten Sensitif, user tinggal membuka halaman profil, ketuk pengaturan atau sudut kanan atas, ketuk akun, lalu ketuk Kontrol Konten Sensitif atau Sensitive Content Control.
Di sini kita bisa memutuskan apakah akan mempertahankan setelan pada status default atau batasi, atau untuk melihat lebih banyak, pilih izinkan atau allow. Jika ingin batasan lebih, pilih kurangi beberapa jenis konten sensitif dengan mengetuk pilih batasi lebih banyak (limit event more).
Tentu, fitur ini akhirnya membuat kita jadi penentu konten apa yang akan bisa dilihat. Karena selanjutnya, kita dapat mengubah setelan ini kapan saja. Kalaupun ada pengecualian, opsi ijinkan tidak akan tersedia untuk user di bawah 18 tahun.
Pihak Instagram menyebut, upaya ini dilakukan agar user lebih memiliki banyak pilihan. [hdl/ted]






