Mojokerto (beritajatim.com) – Sepekan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berjalan, masyarakat Kabupaten Mojokerto dinilai masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan. Masih banyak ditemui masyarakat tidak memakai masker dan beraktivitas di atas pukul 20.00 WIB.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati. “Tidak sedikit masyarakat kita yang masih abai. Ada yang pakai masker tapi ditaruh di dagu saja. Kita juga masih mendapati warga masyarakat kita di atas jam 20.00 WIB yang masih berada di tempat-tempat warung kopi,” ungkapnya, Sabtu (10/7/2021).
Padahal, lanjut Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mojokerto ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto sudah melakukan sosialisasi. PPKM Darurat dimulai sejak tanggal 3 Juli sampai tanggal 20 Juli 2021 mendatang.
“Berkali-kali kita sampaikan, PPKM Darurat digelar untuk mencegah penularan Covid-19 dan ini tidak hanya berlaku di Kabupaten Mojokerto, tetapi berlaku di seluruh wilyah Jawa dan Bali. Meski kita sudah lakukan sosialisasi, namun tidak ada dukungan dari masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan, tidak ada gunanya,” ujarnya.
Menurutnya, Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto untuk terus menyampaikan kepada masyarakat terkait dengan upaya mengerem penularan Covid-19 dan aturan selama PPKM darurat. Pihaknya kuga akan terus berupaya agar tercipta herd imunity (kekebalan kelompok) di masyarakat dengan cara menggencarkan vaksinasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”update-covid-mojokerto”]
“Sebanyak 70 persen masyarakat itu mestinya sudah harus tervaksin. Saya sampaikan saat ini kita merangkak perlahan-lahan karena vaksin yang kita dapat dari pemerintah pusat. Saat ini kita masih berada di 10-11 persen (capaian vaksinasi), sementara angkanya harus 70 persen. Untuk itu, kita lakukan upaya pembatasan mobilitas masyarakat,” tuturnya.
Tujuannya agar yang orang positif Covid-19 tidak menulurkan ke yang lain. Menurutnya, semuanya sudah terkondisikan, tinggal kepatuhan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Pihaknya juga melakukan pemdapingan dan agar masyarakat merasa diperhatikan. Namun semua butuh dukungan masyarakat untuk patut protokol kesehatan. [tin/ted]






