Lamongan (beritajatim.com) – Demi membuat jera para warga Lamongan yang kerap melanggar anjuran protokol kesehatan (prokes) selama PPKM Darurat, Polres Lamongan mengeluarkan ide kreatifnya dengan cara memajang 3 patung pocong di pojok barat dekat wahana Bianglala Alun-alun Lamongan agar bisa dilihat banyak orang.
Keberadaan 3 patung pocong tersebut juga diharapkan bisa memunculkan kesan menyeramkan bagi masyarakat agar tidak sembrono selama diberlakukan PPKM Darurat. Nampak di samping para pocong itu juga diletakkan 3 buah keranda mayat yang bertuliskan “Mati Karena Corona” dan baliho berukuran besar yang bertuliskan “61.140 Orang Meninggal karena Covid-19 di Indonesia, Mau Gabung?”.
Pada kesempatan tersebut, Kasat Lantas Polres Lamongan, AKP Fybrien Senja Indah Lestari mengatakan, bahwa 3 pocong itu sengaja dipajang untuk mengkampanyekan betapa bahayanya Covid-19.
“Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi ini untuk menyadarkan masyarakat tentang betapa pentingnya menaati prokes, karena kondisi pandemi saat ini,” kata AKP Fybrien saat dikonfirmasi, Jumat (9/7/2021).
Anehnya, keberadaan patung pocong tersebut bukannya bikin jera dan membuat kesan seram, yang terjadi justru sebagian masyarakat malah menjadikannya sebagai bahan meme untuk candaan dan bullyan di medsos. Bahkan, ada saja ulah warga Lamongan yang sampai nekat mencuri patung pocong tersebut, sehingga aksi nekat dari warga ini berhasil tertangkap kamera CCTV.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pocong”]
Dari pantauan kamera CCTV milik Dishub Lamongan berdurasi 23 detik yang diunggah oleh akun Instagram @lantas.lamongan dengan judul ‘Ada maling pocong di Lamongan’, terlihat pria yang berpakaian hitam dan mengenakan masker itu melompat dari pagar pembatas jalan di alun-alun Lamongan sambil membawa lari patung pocong.
“Seorang pria tertangkap kamera CCTV mengambil manekin ‘pocong’ di alun-alun Lamongan yang digunakan sebagai sarana himbauan pencegahan penyebaran Covid-19. Belum diketahui identitas dan maksud tujuan mengambil manekin tersebut,” tulis akun @lantas.lamongan dalam unggahannya di Instagram.
Dalam keterangannya saat dikonfirmasi, AKP Fybrien membenarkan hilangnya patung pocong hasil kreasi Polres Lamongan tersebut. Sayangnya, hingga kini pihaknya mengaku belum mengetahui identitas lengkap dan motif pelaku yang mengambil patung pocong itu. “Iya benar mas,” kata Fybrien Senja Indah Lestari saat dikonfirmasi.[riq/ted]






