Magetan (beritajatim.com) – Peningkatan kasus Covid-19 turut jadi hari berat bagi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan. Terhitung, paling banyak 21 pemakaman dalam sehari yang dilakukan dalam 24 jam.
‘”Tidak semuanya asal Magetan, ada kiriman dari luar kota, dan tidak semuanya pasien positif, ada pasien yang suspek atau probabel, ungkap Eka Wahyudi, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Selasa (6/7/2021).
Eka menyebut kalau anggotanya masih sanggup untuk melakukan pekerjaan berat itu. Padahal, risiko yang mereka hadapi cukup berat. Yakni resiko tertular. Meski sudah menggunakan alat pelindung diri lapis tiga, sebenarnya masih belum cukup menjamin.
‘”Sejak pertengahan tahun kemarin sudah kami cukupi seluruh alat – alatnya, utamanya baju haszmat, masker, dan faceshield,'” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Untuk yang lain sudah difasilitasi berupa tunjangan. Meski belum sebanding dengan resikonya. Namun, kini yang dia fokuskan bukan hanya peningkatan tunjangan dengan mencoba membuat perda untuk para petugas yang mengurus pemakaman.
‘’Semuanya sudah menjalani vaksinasi, tapi saat ini belum dijadwalkan pemeriksaan kesehatan. Sementara ditunjang dengan vitamin,’’ katanya.
Dia menilai dengan beban yang cukup berat seharusnya anggotanya bisa mendapatkan tunjangan yang sesuai. Lantaran, Covid -19 menjadi penyakit yang cukup berat ketika diderita. Baik memiliki gejala maupaun tanpa gejala.
‘’Untuk kegiatan lain masih perlu ada penyesuaian dengan para relawan. Utamanya, di musim – musim seperti ini masih banyak daerah yang rawan terjadi bencana. Tugasnya kami bagi – bagi sebisa mungkin kami tidak keluar dari pos pokok kami,” ungkapnya. (asg/ted)






