Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto menegaskan cepatnya angka pemaparan Covid-19 di Kota Mojokerto dimulai dari Kluster Lingkungan Sidomulyo, Kedundung dan Pekayon. Melihat ketersedian tempat tidur di rumah isolasi yang penuh, Satgas Covid-19 Kota Mojokerto akan menambah rumah karantina baru di Balai Diklat.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memaparkan kondisi angka penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto. “Jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan kondisi tanpa gejala dan gejala ringan hingga saat ini, ada sebanyak 244 orang,” ungkapnya, Rabu (30/6/2021).
Masih kata Ning Ita, rumah karantina yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto di Rumah Susun Sederhana (Rusunawa) Cinde di Kecamatan Prajurit Kulon dengan total kapasitas 67 Tempat Tidur (TT) sudah terisi penuh. Pemkot Mojokerto akan menambah rumah karantina baru di Balai Diklat di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
“Kita akan menambah rumah karantina baru yakni di Balai Diklat dengan kapasitas sebanyak 25 TT. Sementara, TT bagi pasien Covid-19 pada dua RS rujukan dan empat RS non rujukan di Kota Mojokerto, pertama di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dari total TT isolasi sebanyak 105 TT, TT ICU Covid-19 ada 7 TT, di RS Gatoel TT isolasi Covid-19 ada 67 TT dan TT ICU ada 12 TT,” katanya.
Sementara di empat rumah sakit non rujukan di Kota Mojokerto, yakni RSI Hasanah, RS Rekso Waluyo, RS Kamar Medika dan RS Emma, lanjut Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini, TT isolasi Covid-19 sebanyak 71 TT dan TT ICU ada satu TT. Dimana keterisian TT Covid-19 per tanggal 29 Juni 2021, TT isolasi Covid-19 sebanyak 86,8 persen dan TT ICU sebanyak 95 persen.
“Dari data tersebut kami sampaikan bahwa 40 persen merupakan warga Kota Mojokerto. Bagi warga terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala, yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing akan diberikan fasilitas dari Pemkot Mojokerto. Pemkot Mojokerto akan memberikan makanan, vitamin dan probiotik,” jelasnya.
Ning Ita menegaskan, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Mojokerto melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan hasil, dari kondisi tersebut terjadi percepatan lebih cepat terhadap munculnya kasus-kasus baru Covid-19. Menurutnya, satu-satunya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah disiplin protokol kesehatan 5M.
“Karena itu, saya mengingatkan untuk terus menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, Menghindari kerumunan serta membatasi bepergian atau mobilisasi. Bagi warga yang sakit diharapkan segera memeriksakan diri ke faskes-faskes terdekat,” harapnya.
Ning Ita berharap, warga Kota Mojokerto yang sakit agar segera memeriksakan kesehatan tanpa menunggu kondisi lebih parah. Menurutnya, vaksinasi Covid-19 tidak mencegah dari pemaparan Covid-19 namun menurunkan resiko keterpaparan akibat terinfeksi Covid-19.
“Kami berharap agar warga di Kota Mojokerto mengaktivasi kembali Kampung Tangguh Semeru dalam percepatan penangganan Covid-19 di masing-masing lingkungannya. Satgas Covid-19 Kota Mojokerto telah menerbitkan SE tentang perpanjangan PPKM mikro dan mengoptimalkan Posko Covid-19 di level kelurahan,” urainya.
Dimana SE tersebut berlaku mulai tanggal 23 Juni sampai dengan 5 Juli 2021. Jumlah warga yang terpapar Covid-19 bisa diakses melalui laman Covid-19.mojokertokota.go.id. Saat ini kota dengan tiga kecamatan ini masuk dalam zona oranye penyebaran Covid-19. Dengan rincian sebanyak 606 kelurahan zona hijau, 66 kelurahan zona kuning, delapan zona orange dan satu zona merah.
“Jumlah kasus meninggal di tahun 2020 sebanyak 127 kasus dan tahun 2021 selama enam bulan terakhir sebanyak 78 kasus. Total kematian dari bulan Maret 2020 sampai bulan Juni 2021 ada sebanyak 205 kasus atau 6,7 persen dari kasus Covid-19 yang ada. Jauh di bawah provinsi yakni 7,4 persen, masih terkendali,” tegasnya.
Ning Ita mengaku, varian kasus Lingkungan baik Sidomulyo, Kedundung dan Pekayon belum diketahui. Pasalnya sampek masih dikirim ke Universitas Airlangga Kita Surabaya dan hasilnya belum keluar. Sementara, vaksinasi di Kota Mojokerto sudah mencapai 50,8 persen dari total sasaran vaksinasi. [tin]








