Surabaya (beritajatim.com) – Kreasitama bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Artibrand.co telah melakukan social experiment tentang woman empowerment. Giovanni Angelica selaku Projek Direktur dari Artibrand menuturkan bahwa ketertarikan isu Sexual Harrassment baru timbul saat ada kejadian yang tereskpos.
Kasus pelecehan seksual masih sering terjadi di masyarakat. Bahkan sebagian orang beranggapan hal tersebut wajar terjadi menimpa perempuan. Untuk itu, sebuah social experiment dilakukan dengan mengunggah video pelecehan di sosial media.
Rekayasa pelecehan yang dilakukan di warung kopi di Surabaya ini melibatkan Wa Ode Amelia Nadine, putri Indonesia Sulawesi Tenggara sebagai korban pelecahan, Susan Sabrina sebagai wanita yang melawan pelaku pelecehan seksual. Serta Igar Gusti dan Gelegar Jagad sebagai pelaku pelecehan seksual.
Giovanni Angelica mengungkapkan Social Experiment ini dilakukan untuk mengunggah kesadaran perempuan akan pentingnya memiliki keberanian dalam membela diri saat dilecehkan. Selain itu juga perlunya dukungan sesama perempuan agar korban pelecehan berani berbicara.
“Pelecehan seksual ini salah satu kendala terwujudnya women empowerment,ini juga membuat perempuan tidak berani menyuarakan pendapatnya dan kemampuannya,”tegasnya, Senin (28/6/2021).
Dari awarenes yang sudah terbangun melalui respon netizen saat melihat video tersebut. Giovanni akan lebih mudah membawa netizen untuk melihat lebih jauh yang bisa dilakukan perempuan dan akan semakin terbuka pandangannya melalui film Song Of Hyena yang akan dirilis July mendatang.
“Hasil social experiment ini, 65 persen menunjukkan respon positif, dengan membagikannya secara positif maupun berkomentar positif. Dan video ini disukai hingga 44.000 akun, padahal rata-rata postingan di akun tersebut hanya mendapat 10-30 suka,”ujarnya.
Wa Ode Amelia Nadine, pemeran korban dalam video mengungkapkan rasa antusiasnya saat mendengar social experiment terkait pelecehan seksual.
Pasalnya ia pernah mengalami pelecehan seksual saat kecil sampai trauma dan takut dengan lelaki dan tidak berani bercerita pada keluarga.
“Dan saya berani speak up pelecehan seksual yang saya alami saat menjadi Putri Indonesia, dan menjadi advokasi saya. Social experiment ini contoh kecil yang terjadi di masyarakat, bahkan korban disalahkan oleh masyarakat,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pelecehan-seksual”]
Menurutnya biasanya korban disalahkan atas pakaian yang ia gunakan. Padahal dalam video pelecehan tersebut Nadine, sapaan akrabnya memakai busana yang sopan, tetapi tetap menerima pelecehan berura siulan hinga dicolek.
“Kejadian ini tidak hanya difaktori pakaian korban saja. Jadi banyak alasan yang membuat wanita perlu self defence. Dengan video ini, saya harapkan perempuan bisa saling mendukung, melindungi agar lebih banyak yang berani speak up,” lanjutnya. [adg/but]







