Ponorogo (beritajatim.com) – Kalangan legislatif meminta Pemkab Ponorogo mengkaji ulang rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di tahun ajaran baru nanti. Pasalnya, bumi reyog saat ini kembali berada di zona merah penularan Covid-19. Selain itu, kasus Covid-19 di Ponorogo juga tinggi.
“Takutnya nanti jika dipaksakan PTM, siswa rentan terpapar Covid-19. Keadaannya Ponorogo juga masih zona merah,” kata Relelyanda Solekha Wijayanti, anggota komisi B DPRD Ponorogo, Senin (28/6/2021).
Lely panggilan akrabnya menilai pengobatan anak-anak yang terkena Covid-19 lebih sulit dibandingkan orang dewasa. Selain itu mereka juga bukan sasaran vaksinasi Covid-19. Pemkab Ponorogo bisa meniru Cirebon. Kabupaten yang berada di provinsi Jawa Tengah itu, belum pernah melakukan PTM kepada siswanya sejak pandemi ini. Sebab, kasus Covid-19 disana juga tinggi. Namun, di Cirebon menguatkan pembelajaran dalam jaringannya.
“Cirebon itu salah satu yang terbaik dalam melakukan pembelajaran daringnya,” kata Lely yang beberapa waktu lalu ikut melakukan study banding ke Cirebon terkait penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi ini.
Penguatan pembelajaran daring di Cirebon, kata Lely adalah Pemerintah Cirebon melakukan kerjasama dengan media elektronik lokal atau chanel televisi lokal untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Materi pembelajaran dari tingkat SD hingga SMP disiarkan di chanel televisi lokal tersebut. Dengan televisi lokal itu, juga bisa menjangkau daerah yang tidak ada sinya handphonenya.
“Jadi materi pembelajarannya kerjasama dengan tv lokal untuk menyiarkannya. Sehingga juga bisa menjangkau ke daerah yang susah sinyal HP-nya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-ponorogo”]
Pembelajaran karakter juga diperhatikan di Cirebon. Orangtua juga diminta untuk mengawasi anaknya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh lewat siaran tv lokal tersebut. Sehingga anak benar-benar melakukan pembelajaran meski berada di rumah. Meskipun begitu, kalangan legislatif tetap akan melakukan koordinasi dengan satgas penanganan Covid-19 dan eksekutif untuk mencari solusi terbaik terkait pendidikan di Ponorogo.
“Lebih baiknya seperti apa, kita juga harus berkoordinasi dengan satgas penanganan Covid-19. Entah itu PTM atau daring, pendidikan tetap nomor satu. Bukan hanya pendidikan akademik, namun juga pendidikan karakternya,” pungkasnya. [end/but]






