Malang(beritajatim.com) – Meroketnya angka kasus Covid-19 di Kota Malang ditandai dengan penuhnya keterisian kasur di sejumlah rumah sakit rujukan setempat. Jumlah bed occupancy rate (BOR) mencapai 90 hingga 100 persen di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, seperti di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard dari total 306 bed 100 persen semuanya diisi oleh pasien Covid-19. Lalu di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang dari 300 lebih bed sebanyak 95 persen sudah terisi.
“Iya benar (BOR RS Rujukan penuh). Hampir di semua rumah sakit rujukan di Kota Malang. Rumah Sakit Lapangan ini sudah full 100 persen. 306 (kasur) itu full. Kalau RSSA sekitar 300 (kasur) berapa gitu, sudah 95 persen terisi,” ujar Husnul.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Angka penyebaran Covid-19 di Kota Malang kembali tinggi dalam 3 pekan terakhir. Klaster perkampungan menjadi penyebaran Covid-19. Dimulai dari Tlogomas, Lowokdoro, Rampal Celaket, Bandulan dan sebuah Pondok di kawasan Dinoyo.
Husnul mengatakan, jika BOR di rumah sakit rujukan penuh. Otomatis diikuti oleh ruang ICU dengan ventilator juga penuh. Untuk itu, Dinkes Kota Malang berusaha melakukan penambahan mulai dari ruangan, bed hingga ventilator.
“Kalau bed isolasi penuh, kemungkinan di ICU juga sudah (penuh), ventilator kan adanya cuman di ICU. Iya, dilihat dari ICUnya sudah 95 persen, kurang lebih sudah harus ada upaya untuk penambahan,” tandas Husnul. (Luc)






