Jombang (beritajatim.com) – Warga Dusun Sumberpelas, Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan, Jombang, Jawa Timur, membangun jalan secara swadaya. Biaya pembangunan itu berasal dari iuran padi (gabah kering) hasil penen warga. Tidak ada paksaan, tapi seikhlasnya.
Walhasil, dari ‘bantingan’ itu terkumpul gabah 4 ton. Selanjutnya, gabah tersebut dijual. Nah, uang hasil penjualannya dibelikan material bangunan. “Kemarin sudah kita belikan besi cor. Saat ini sedang kita rakit. Rencananya, jalan tersebut kita beton,” kata salah satu warga Dusun Sumberpelas, Imron, Kamis (17/6/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jombang”]
Imron menjelaskan, awalnya uang hasil penjualan gabah terkumpul sekitar Rp17 juta. Uang tersebut sangat kurang mengingat jalan yang hendak dibangun sepanjang 100 meter lebih. Kemudian Imron meminta sumbangan dari warga Sumberpelas yang ada di perantauan. Ada tambahan Rp2 juta.
“Ada juga yang memberikan sumbangan berupa material. Untuk tenaga, tidak kita hitung, karena dikerjakan secara gotong-royong oleh warga Sumberpelas. Masih kurang material sekitar 150 zak semen. Saat ini masih pengerjaan merakit besi cor. Juga membersihkan lokasi,” tambahnya.

Jalan tersebut menghubungan Dusun Sumberpelas dengan Desa Bangsri, Kecamatan Palndaan. Namun kondisinya sangat parah, apalagi ketika hujan, nyaris tak bisa dilewati. Padahal, jalan itu banyak digunakan warga Sumberpelas.
“Ini jalan utama bagi kami menuju kota Kecamatan dan Jombang. Ada jalan alternatif di sebelahnya. Tapi kondisinya lebih parah. Di samping itu, jalannya memutar. Jadinya Lebih jauh,” tambah Imron.
Imron mengakui, meski jalan desa tersebut banyak dilewati warga Sumberpelas, namun secara administartif masuk Desa Bangsri. “Yang sering melewati kita. Tapi lokasinya masuk Desa Bangsri. Jadi ya kita swadaya membangun meski berat. Saat ini saja kurang sekitar 150 zak semen,” pungkas Imron. [suf]






