Jember (beritajatim.com) – Ada perbedaaan hasil swab yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap 71 orang di lingkungan SMK Negeri 6 Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan hasil swab mandiri.
Dari hasil swab yang dilaksanakan Dinkes, ada 18 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara, berdasarkan swab mandiri, menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Jember dan Lumajang Mahrus Syamsul, hasilnya justru sebaliknya.
“Kami tetap mengimbau semua lembaga SMA dan SMK negeri dan swasta agar tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat. Tetap pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan air mengalir dan dengan sabun,” kata Mahrus, Senin (14/6/2021).
Program vaksinasi untuk guru sedang berjalan. Hingga 9 Juni 2021, sudah seribu lebih orang guru SMA-SMK yang divaksin. “Kami berharap bapak dan ibu tidak usah khawatir dengan berita-berita bahwa vaksin tidak aman. Insya Allah aman. Saya sudah divaksin dua kali. Aman saja. Baik-baik saja. Dan ini menjadikan 65 persen kebal, dan 35 persen belum kebal. Makanya harus pakai masker walau sudah divaksin,” kata Mahrus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Mahrus berharap para guru agar aktif berkoordinasi dengan puskesmas terdekat agar segera divaksin. “Kami sudah buat edaran beberapa waktu lalu untuk mengingatkan kembali agar segera (mengikuti program) vaksin,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ada 107 orang menjalani tes swab, setelah ada salah satu guru dinyatakan positif Covid-19 dan akhirnya meninggal dunia. Hasil tes 71 orang sudah dirilis. Tinggal 36 orang lagi yang belum dirilis.
“Dari 71 orang yang diswab kemarin, ditemukan 18 orang positif. Sebanyak 16 orang tinggal di Jember dan dua orang tinggal di Kabupaten Lumajang, yang berasal dari guru dan lingkungan SMKN 6 Tanggul,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jember Wiwik Supartiwi. Sebanyak 18 orang itu saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. [wir/ted]






