Gresik (beritajatim.com) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik melakukan sosialisasi vaksin mandiri. Langkah ini diambil karena Gresik dikenal sebagai kota industri. Meski mendapat respon positif, beberapa pelaku usaha menganggap harga vaksin terlalu mahal.
Ketua Apindo Gresik Tri Andhi Suprihartono menuturkan, sebetulnya banyak perusahaan yang mau ikut. Tapi, banyak perusahaan ragu-ragu hal ini karena kondisi keuangan perusahaan tidak sama.
“Ada yang menerima ada yang keberatan karena kondisi keuangan perusahaan. Malah ada juga yang beranggapan vaksin ini ada bau-bau komersialnya. Sebab, harganya kalau tidak salah sampai di atas Rp 500 ribu per vaksin,” ujarnya, Kamis (20/05/2021).
Menurut Andhy, harga vaksin ini memang terlalu mahal. Untuk itu bagi perusahaan dengan keuangan yang tidak kuat akan berpikir dua kali. Kendati demikian, pihaknya meyakini dari perusahaan di Gresik yang akan ikut vaksin gotong royong sebanyak 60 persen.
“Saat sosialisasi itu ada 50 perusahaan lebih yang siap ikut vaksin gotong royong ini. Untuk yang lain memilih menunda untuk ikut vaksin,” paparnya.
Ia menambahkan, meski begitu Apindo Gresik tetap mendukung program vaksinasi gotong royong. Salah satu contohnya, syarat mengikuti vaksin gotong royong ini yakni perusahaan harus menjalin kerjasama dengan rumah sakit.
“Insya Allah perusahaan yang tergabung di Apindo Gresik siap karena sudah kerjasama dengan rumah sakit,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Sementara, Ketua Kadin Gresik Sarjono mengatakan, saat ini pihaknya belum menerima petunjuk pelaksanaan (juklak) soal vaksin gotong royong ini.
“Perusahaan yang akan mengikuti vaksin gotong royong ini juga mendaftar melalui Kadin. Untuk berapa perusahaan yang mengikuti Kadin Gresik juga belum bisa menyampaikan. Sebab, pendataan langsung terpusat secara online di kadin pusat,” tandasnya. [dny/but]






