Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto langsung ke lokasi jembatan penghubung antar desa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto yang nyaris ambrol diterjang hujan deras. Tim langsung melakukan pengecekan kondisi jembatan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, jika pihaknya sudah turun ke lapangan bersama tim untuk mengecek kondisi. “Dan memang ada jembatan yang rusak. Ini kewenangan desa, tapi pemerintah tidak boleh berpangku tangan,” ungkapnya, Kamis (14/1/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jembatan-ambrol”]
Masih kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto ini, pihaknya akan membantu pihak desa untuk dilakukan perbaikan. Karena jika tidak segera dibangun akses penghubung antar desa tidak bisa dilalui kendaraan dan diharapkan bisa digunakan masyarakat sehingga lancar kembali.

Bambang menyebut, di wilayah Kecamatan Dawarblandong dan Jetis cukup unik. Karena banyak ditemukan jembatan tanpa ada sungai, seperti jembatan di Desa Suru, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto beberapa pekan lalu putus karena diterjang banjir. Padahal, tidak ada aliran sungai di sekitar jembatan tersebut.
“Ini yang agak unik, ada jembatan tapi tidak ada sungai untuk menampung luapan-luapan air dari arah hutan. Ini sudah kami tawarkan kepada Camat dan Kepala Desa setempat bagaimana kalau dibangun alur sungai yang terarah sehingga limpasan dari hutan itu terarah, tidak sampai tergenang. Apalagi tidak ada aliran sampai tuntas ke Kali Lamong,” tegasnya.
Sebelumnya, jembatan penghubung antar desa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto nyaris ambrol diterjang hujan deras. Tanah penahan jalan poros desa di sisi utara jembatan tergerus air sungai dari arah hutan kayu putih. [tin/kun]






