Ponorogo (beritajatim.com) – Selain masker, sarung tangan dan face shield, alat pelindung diri (APD) saat pencoblosan untuk petugas KPPS juga disediakan baju hazmat.
Namun, baju hazmat tersebut, hanya ada satu di setiap TPS. Sehingga, nantinya akan ada satu petugas yang akan mengenakannya. Petugas yang mengenakan baju hazmat itu untuk memfasilitasi pemilih yang suhunya diatas 37° celcius atau yang terindikasi terjangkit virus Covid-19.
“Jadi di setiap TPS nanti, ada petugas yang mengenakan baju hazmat, untuk memfasilitasi pemilih yang suhu badannya 37° celcius atau yang terindikasi Covid-19,” kata Ketua KPU Ponorogo Munajat, Minggu (22/11/2020).
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilbup-ponorogo-2020″]
Pengadaan baju hazmat sudah dilakukan oleh KPU. Jumlahnya menyesuaikan jumlah TPS yakni sebanyak 2.080 unit. Masing-masing TPS dijatah satu hazmat dengan spesifikasi seperti yang dikenakan tenaga kesehatan. Yakni, tipikal busana tertutup tanpa jahitan dari ujung kepala sampai kaki.
“APD ini masih dalam proses pendistribusian ke Ponorogo,” katanya.
Untuk diketahui, selain baju hazmat, KPU Ponorogo juga mempersiapkan dua jenis masker yang juga akan didistribusikan ke TPS. Yakni masker kain dan masker sekali pakai. Masker kain digunakan untuk seluruh petugas KPPS, sedangkan masker sekali pakai diberikan kepada pemilih yang tidak mengenakan masker.
“Untuk masker sekali pakai ini, tiap TPS dijatah lima boks masker. Satu boksnya berisi 50 lembar masker,” pungkas Munajat.(end/ted)






