Kediri (beritajatim.com) – Calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramono meneruskan agenda kampanyenya. Kali ini putra Seskab Pramono Anung itu blusukan ke kawasan lereng Gunung Wilis tepatnya di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.
Mengawali agendanya, Mas Dhito, panggilan akrab pria 28 tahun itu blusukan ke Pasar Semen. Selain berdialog dengan para pedagang, dia membeli sejumlah barang kebutuhan pokok.
Salah satunya mampir di lapak milik Siti Mariam yang berada di barisan belakang. Mas Dhito membeli pisang cavendis. “Ini jenis pisang apa bu, berapa harga satu sisir?” tanya mas Dhito mengawali dialog, Jumat (23/10/2020).
“Jenis pisang cavendis mas, Satu sisir Rp 25 ribu mas,” jawab Siti. Sempat mengira barang dagangan Siti Mariam produk petani dari daerah Kapi, Kecamatan Kunjang, akhirnya Mas Dhito membeli dua sisir.

[berita-terkait number=”4″ tag=”pilbup-kediri”]
Usai belanja dan dialog dengan para pedagang, Mas Dhito mengaku, menerima keluhan tentang iklim jual – beli yang lesu yang terjadi di tengah pandemi. Pemberlakuan PSBB di sejumlah daerah seperti ibu kota Jakarta membuat arus pengiriman barang terganggu.
“Kami menyadari kondisi ini karena pandemi,” ujar Mas Dhito. Bila kelak terpilih menjadi Bupati Kediri, Mas Dhito memikirkan strategi untuk meningkatkan perkembangan pasar tradisional di Kabupaten Kediri, termasuk Pasar Semen.
Dari Pasar Semen, Mas Dhito kemudian melanjutkan agenda blusukannya. Dia berdialog dengan para petani organik di Dusun Sekar Putih, Desa Pagung, Kecamatan Semen. Disana ia disambut dengan kesenian jaranan.

Agenda berikutnya adalah menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Jami’ Al-Ittihad di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen. Lalu, Mas Dhito melakukan dialog dantai di Rest Area Semen sambil menikmati kuliner khas daerah setempat. [nm/ted].






