Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 193 pengusaha penyandang disabilitas dan 290 perempuan pengusaha di Kota Kediri berhasil menyelesaikan pelatihan kewirausahaan melalui USAID JAPRI (JAdi Pengusaha MandiRI), sebuah proyek yang berfokus pada promosi dan pengembangan kewirausahaan di kalangan individu miskin dan rentan di Indonesia.
USAID JAPRI didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat/United States Agency for International Development (USAID) dan dilaksanakan oleh konsorsium yang dipimpin oleh Institute of International Education (IIE) bekerjasama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI), Mien R Uno Foundation (MRUF), Kelompok Perempuan dan Sumber-Sumber Kehidupan (KPS2K), dan Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas Indonesia (HWDI), dengan dukungan dari Pemerintah Kota Kediri.
Bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh, pada 3 Desember 2021, USAID JAPRI mengadakan acara penganugerahan bagi pengusaha penyandang disabilitas dan perempuan pengusaha yang telah terpilih menjadi penerima dana awal usaha.
Acara ini juga akan menghadirkan para pelatih kewirausahaan USAID JAPRI yang telah melakukan pelatihan kewirausahaan dan memberikan pendampingan usaha sejak Maret 2021 untuk pengusaha penyandang disabilitas dan sejak September 2021 untuk perempuan pengusaha. Acara ini akan bertempat di Taman Sekartaji – Kota Kediri.
“Bersama dengan Pemerintah Kota Kediri dan Badan Perencanaan Pembangunan Kediri, Pemerintah Amerika Serikat mempromosikan kewirausahaan sebagai pilihan karir yang layak bagi penyandang disabilitas sebagai upaya untuk merevitalisasi ekonomi pasca COVID-19,” kata Director of the Office of Economic Growth and Education USAID/Indonesia, Thomas Crehan dalam sambutannya.
“Hari Disabilitas Internasional adalah kesempatan penting untuk membayangkan dunia di mana setiap orang dapat menikmati hak dan kesempatan yang sama. Di mana kita semua sama, dengan semua perbedaan kita,” tambahnya.
Chief of Party USAID JAPRI Anna Juliastuti mengatakan, melalui USAID JAPRI pihaknya ingin memberikan jawaban atas banyaknya permintaan pelatihan kewirausahaan bagi pengusaha penyandang disabilitas dan perempuan pengusaha. Selain memberikan pengetahuan, pihaknya juga mendorong kreativitas pengusaha penyandang disabilitas dan perempuan pengusaha untuk membuat proposal yang baik untuk mendapatkan dana awal usaha.
“USAID JAPRI ingin memastikan pelatihan kewirausahaan ini dapat mendorong produktivitas dan kemandirian pengusaha penyandang disabilitas dan perempuan pengusaha. Kegiatan pendanaan awal ini akan menjadi langkah terakhir dalam program pendampingan kewirausahaan yang diberikan USAID JAPRI kepada pengusaha penyandang disabilitas dan perempuan pengusaha di Kediri. Setelah itu, kami akan menyelesaikan pelaksanaan program USAID JAPRI melalui serangkaian kegiatan penutupan program.”
USAID JAPRI merancang kegiatan pendanaan awal bagi pengusaha penyandang disabilitas sebagai kompetisi pendanaan, dimana peserta diminta untuk mengajukan proposal bisnis sebagai bagian dari aplikasi mereka. Pada bulan September 2021, USAID JAPRI membuka putaran pertama aplikasi di Kediri untuk pendanaan awal dan peserta mengajukan proposal mereka selama tiga minggu periode aplikasi. USAID JAPRI dan tim seleksi kemudian menyeleksi proposal terbaik dari para pelamar.
USAID dan mitra pelaksananya sangat menghargai dukungan dan kerja sama yang telah diberikan oleh Pemerintah Kota Kediri kepada USAID JAPRI selama proses pelaksanaan. Dan melalui proses ini 50 pengusaha penyandang disabilitas dan 51 perempuan pengusaha dari peserta USAID JAPRI telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan dana awal usaha yang akan diserahkan secara simbolis kepada mereka oleh Pemerintah Kota Kediri.
Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, kegiatan tersebut telah mematuhi protokol kesehatan dan keselamatan Covid-19 saat ini dan oleh karena itu, upacara pemberian pendanaan awal usaha akan diadakan melalui metode hybrid (daring dan luring) untuk membatasi jumlah peserta di satu lokasi.
Acara pendanaan awal usaha USAID JAPRI di Kediri adalah yang kedua dari rangkaian acara yang akan berujung pada acara penutupan program USAID JAPRI pada Januari 2022, dan merayakan keberhasilan program yang telah berjalan selama lima tahun. [nm/suf]







